Teknik Pemasaran

Ketika meluncurkan suatu produk, sangatlah penting apabila dilakukan pemasaran. Pemasaran sangatlah penting guna meningkatkan penjualan. Dengan demikian, pentingnya untuk mengenalkan produk dengan beberapa teknik pemasaran terbaik. Maka dari itu, pentingnya untuk mengetahui definisi nya dengan paham dan teknik yang harus dilakukannya.

Pemasaran produk sangatlah penting agar produk tersebut mudah untuk dikenali oleh banyak orang. Secara tidak langsung, produk tersebut akan mudah dikenal dan banyak orang yang mengetahuinya. Maka dari itu, pentingnya untuk melakukan pemasaran. Agar pemasaran dapat berhasil, harus mengetahui kiat-kiat pemasaran yang benar. Dengan demikian, pemasaran pun bisa tepat sasaran.

Definisi Teknik Pemasaran

Teknik pemasaran adalah cara-cara memasarkan suatu produk dan jasa yang dihasilkan agar produk tersebut bisa dipasarkan sesuai dengan target penjualan yang telah ditetapkan sebelumnya. Singkatnya, pemasaran suatu produk atau jasa yang dihasilkan bisa lebih tepat sasaran. Produk yang dihasilkan harus menjawab kebutuhan konsumen. Dengan demikian, bisa dijual sesuai dengan prediksi.

Ketika berbicara mengenai pemasaran, terlebih mengenai tekniknya, tentunya akan melibatkan banyak pihak yang terlibat, seperti pembeli, penjual dan orang-orang yang dapat mempengaruhi pembelian. Teknik ini ibarat busur yang dilepaskan oleh panah. Bagaimana busur tersebut bisa melesat pada target yang dituju.

Berdasarkan hal tersebut, pemasaran harus mempertimbangkan beberapa faktor pendukungnya ketika mempromosikan produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Faktor tersebut meliputi kebutuhan konsumen, selera konsumen, lingkungan, harga dan segmentasi pasar. Seorang pelaku bisnis harus dapat mengetahui faktor-faktor tersebut,agar teknik pemasaran bisa mencapai targetnya.

Lantas apa bedanya, antara teknik dan strategi pemasaran? Sementara keduanya memiliki banyak kesamaan dalam menguasai pangsa pasar. Teknik dalam pemasaran mencakup strategi pemasaran. Jika teknik pemasaran membidik konsumen dari luar, setelah mengetahui perilaku konsumen yang akan dijadikan target barulah dijalankan strategi pemasaran.

10 Teknik Pemasaran yang Bisa Dicoba

Untuk lebih jelasnya mengenai teknik pemasaran, sebaiknya mengetahui langkah-langkah menjalankan teknik tersebut. Teknik tersebut bisa langsung dipraktekan oleh para pelaku bisnis yang menghasilkan produk atau jasanya. Berikut ini beberapa teknik yang dapat dicoba agar pemasaran bisa tepat sasaran dan tidak terlalu banyak menghabiskan biaya operasional:

1. Segmentasi Pasar Atas Produk yang Akan Dihasilkan

Sebelum meluncurkan atau menghasilkan suatu produk, pelaku bisnis harus bisa menentukan segmentasi pasar terlebih dahulu. Segmentasi pasar ini dilakukan agar produk yang dihasilkan dapat langsung diterima oleh konsumen, karena produk tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen.

Pentingnya untuk mengetahui segmentasi pasar agar produk tersebut dipasarkan tepat sasaran, sesuai dengan targetnya. Dengan melakukan segmentasi pasar akan mudah bagi pelaku bisnis untuk mengetahui selera konsumen, yang tentunya harus relevan dengan produk yang akan dihasilkan. Sehingga produk tersebut mudah diterima.

Dengan mengetahui segala hal tentang perilaku konsumen, maka akan sangat mudah untuk mengetahui strategi pemasaran yang harus dilakukan. Misalnya, untuk sebuah kosmetik wajah maka harus menetapkan target pemasaran untuk wanita. Wanita tersebut akan dikelompokan kembali berdasarkan umur dan wilayah. Dengan demikian, produk tersebut mudah untuk diterima.

2. Menyusun Perencanaan Sebelum Menghasilkan Produk

Perencanaan produk merupakan bagian dari teknik pemasaran. Sebelum melakukan peluncuran produk semua hal harus diperhatikan secara detail. Sebagai contoh, jika produk tersebut berupa makanan maka harus memperhatikan kemasan, rasa, dan juga kemudahan untuk memperoleh bahan baku. Bahkan harus dimasukan ke dalam rencana juga apabila produk tersebut tidak laku.

Ketika menyusun sebuah rencana untuk menghasilkan produk, maka harus menyusun pula semua hal termasuk antisipasi segala risiko yang mungkin terjadi. Misalnya ketika produk tersebut tidak laku dan menumpuk di gudang, maka harus diantisipasi dari awal agar tidak menimbulkan kerugian yang besar.

Perencanaan pun harus meliputi wilayah yang akan menjadi target pemasaran. Misalnya kendala untuk melakukan pemasaran sehingga bisa dicarikan solusi sejak awal untuk memudahkan pemasaran tersebut. Termasuk harus mencari kemudahan untuk memperoleh bahan baku ketika produk tersebut akan mulai diproduksi.

3. Menetapkan Harga Produk yang Sesuai

Setelah merencanakan dengan detail produk yang akan dihasilkan, selanjutnya adalah menetapkan harga yang sesuai dengan biaya produksi yang dikeluarkan serta persentase keuntungan.  Pelaku bisnis pun harus melihat beberapa faktor yang menentukan harga produk. Itulah sebabnya, pelaku bisnis harus melakukan segmentasi pasar terlebih dahulu.

Harga produk yang ditetapkan tidak boleh terlalu mahal sehingga membuat konsumen enggan untuk membeli produk tersebut dan membuat produknya tidak laku, tetapi tidak juga  untuk menjual produk di bawah dari biaya produksi yang dikeluarkan,karena dapat merugikan usaha yang dijalankan.

Pelaku bisnis harus bisa menentukan harga produk ini agar harga tersebut dapat menutupi biaya yang dikeluarkan dan sesuai dengan kualitas produk tersebut, yang dapat membuat konsumen berpikir harga yang wajar dengan kualitas produk yang bagus. Sehingga konsumen pun tidak akan ragu untuk melakukan pembelian.

4. Mulai Melakukan Distribusi

Melakukan distribusi produk yang dihasilkan merupakan bagian dari teknik pemasaran. Pendistribusian bisa dilakukan dengan cara menjalin kemitraan atau merekrut reseller untuk menjual produk tersebut. Pastikan terlebih dahulu bahwa mitra tersebut mitra terpercaya dan tidak menjual produk yang sama dari kompetitor.

Pendistribusian sebaiknya dilakukan berdasarkan segmentasi pasar per wilayah. Dengan demikian bisa diketahui jumlah kebutuhan konsumen terhadap produk tersebut. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan konsumen bisa terlihat berkurang atau meningkat. Namun pastikan kebutuhan konsumen tetap terpenuhi agar konsumen tidak kecewa.

Apabila produk tersebut sudah memiliki jumlah konsumen tetap sebaiknya untuk melakukan pendistribusian sesuai dengan jumlah konsumen yang berpotensi untuk melakukan pembelian berulang. Hal tersebut dimaksudkan agar jumlah produk yang didistribusikan lebih efektif dan menghindari penumpukan produk.

5. Melakukan Promosi

Bagian dari teknik pemasaran selanjutnya adalah melakukan promosi. Promosi sangat penting untuk dilakukan agar produk yang dihasilkan lebih mudah dikenal oleh banyak orang. Semakin banyak orang yang mengenali produk tersebut, peluang untuk mendapatkan calon konsumen semakin besar.

Pasalnya sebagus apapun produk yang dihasilkan, tidak akan memberikan keuntungan jika tidak banyak orang yang mengetahuinya. Promosi bisa dilakukan secara offline maupun online. Promosi yang banyak kita ketahui dengan cara beriklan, menyebarkan brosur, memasang spanduk di jalan raya.

Beriklan paling sering dilakukan oleh pelaku bisnis ketika melakukan promosi akan produknya. Hal tersebut terkadang membuat biaya iklan pun berdampak pada berkurangnya perolehan keuntungan. Untuk itu, ketika beriklan wajib mempertimbangkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan agar relevan dengan kemungkinan keuntungan yang didapat dari beriklan.

6. Mengoptimalkan Penggunaan Sosial Media

Di era teknologi informasi seperti saat ini, banyak orang yang menghabiskan waktu untuk berselancar di dunia maya, terlebih sejak adanya jejaring sosial. Jejaring sosial yang menjadi media untuk menghubungkan banyak orang tersebut ,bisa dioptimalkan sebagai bagian dari teknik pemasaran.

Saat ini memasarkan produk melalui sosial media terbilang efektif karena dengan mudahnya produk tersebut dikenal oleh masyarakat luas bahkan hingga ke mancanegara. Hal tersebut tentunya akan meningkatkan penjualan dan tentunya dapat dengan mudah untuk memperoleh keuntungan.

Promosi dalam sosial media lebih cepat menyebar karena sistem kerja sosial media seperti jaringan yang mudah untuk menghubungkan dan mengirimkan serta menerima pesan dari satu orang yang satu dengan orang lainnya. Terlebih untuk saat ini muncul beragam jenis sosial media dengan masing-masing jumlah pengguna akun yang berbeda.

7. Promosi Word of Mouth (WOM)

Word of Mouth (WOM) merupakan promosi dari mulut ke mulut. Teknik pemasaran ini telah dilakukan dari sejak dahulu sebelum adanya teknologi canggih seperti saat ini. Namun promosi dengan cara ini lebih natural, apa adanya karena yang menyebarkannya konsumen yang telah menggunakan produk tersebut.

Promosi dengan cara ini bisa menimbulkan dua kemungkinan, jika produk tersebut jelek maka dengan mudah tersebar di masyarakat luas bahwa produk tersebut jelek. Dengan demikian bisa berdampak pada menurunnya penjualan produk. Namun jika produk tersebut bagus maka akan menciptakan WOM yang bagus dan meningkatkan penjualan.

Ketika pelaku bisnis ingin melakukan promosi ini, maka produk yang dihasilkannya harus memiliki merek yang telah lebih dulu dikenal dengan beberapa kelebihannya dibandingkan dengan merk kompetitornya. Merk menjadi sebuah nama yang mudah untuk diingat oleh masyarakat luas.

8. Menciptakan Product Branding

Teknik pemasaran yang selanjutnya adalah menciptakan product branding. Hal tersebut dilakukan agar produk tersebut lebih menonjol dibandingkan dengan produk kompetitornya, Dengan demikian, akan mudah untuk menciptakan WOM yang positif di masyarakat sehingga dapat meningkatkan penjualan.

Product branding sangat penting untuk dilakukan agar produk tersebut mudah dikenal di masyarakat luas. Seperti contoh kecil, ada banyak produk deterjen di pasaran namun banyak konsumen yang menyebutnya sebagai Rinso. Padahal Rinso adalah salah satu merk deterjen tersebut. Menciptakan product branding harus bisa menyesuaikan dengan selera pasar.

Ketika product branding telah didapatkan, tentu sangat mudah untuk menarik perhatian konsumen untuk membeli produk tersebut karena produk tersebut lebih unik dan berbeda dari produk kompetitornya. Itulah sebabnya sangat mudah untuk menarik perhatian konsumen. Demikian juga mudah untuk kesempatan meningkatkan penjualan.

9. Melakukan Pemberian Insentif

Teknik selanjutnya adalah memberikan insentif sebagai media promosi. Misalnya, konsumen yang membeli produk dalam jumlah banyak diberikan insentif atau harga yang lebih murah dari harga produk satuan. Dengan demikian konsumen pun akan merasa dihargai dan senang untuk membeli produk tersebut dalam jumlah banyak.

Ketika hendak melakukan pemberian insentif tersebut, sebaiknya bekerja sama dengan reseller atau mitra agar dapat menyamaratakan kebijakan tersebut. Dengan demikian konsumen yang berada pada jangkauan mitra tersebut turut merasakan fasilitasnya.

Insentif harus berlaku untuk semua reseller, mitra, distributor pada masing-masing wilayah. Dengan demikian tidak akan terjadi ketimpangan antara konsumen yang satu dengan konsumen lain dalam melakukan pembelian produk tersebut. Sehingga tidak saling berkompetisi di dalam produk yang sama.

10. Pemberian Potongan Harga

Setiap konsumen akan tertarik dengan diskon atau potongan harga. Trik agar dapat meningkatkan penjualan yaitu memberikan diskon atau potongan harga. Terlebih jika produk tersebut baru pertama kali diluncurkan. Dengan demikian konsumen pun akan menyenanginya.

Diskon atau potongan harga yang diberikan, membuat produk tersebut memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan produk kompetitor. Disamping dapat dijadikan media untuk pemasaran, teknik ini pun dapat membuat konsumen tidak beralih ke produk kompetitor. Sehingga konsumen tersebut bisa menjadi konsumen yang loyal.

Setelah mendapatkan konsumen yang loyal, sebaiknya untuk terus dijaga dengan memberikan beragam fasilitas seperti insentif, adanya program khusus misalnya program member get member. Pasalnya konsumen yang loyal merupakan pelanggan, dan pelanggan adalah aset untuk mendapatkan keuntungan.

Bagi setiap pelaku bisnis, penting sekali untuk melakukan teknik pemasaran ketika akan meluncurkan suatu produk . Tentunya hal tersebut karena berlandaskan pada orientasi keuntungan yang akan didapatnya. Dengan demikian, mudah sekali untuk mendapatkan konsumen dan mengelolanya untuk menjadi pelanggan.