Struktur Artikel

Dalam sebuah koran, majalah maupun internet, seringkali kita membaca sebuah tulisan yang berisi tentang informasi atau sebuah data. Biasanya tulisan tersebut dibuat untuk menginformasikan sebuah gagasan dan fakta untuk sang pembaca. Namun, agar pembaca tidak sampai mengalami kesulitan dalam membaca dan memahami artikel ada baiknya menulisnya dengan struktur artikel yang tepat.

Sekilas Tentang Artikel

Meskipun semua tampak sama, namun artikel dapat dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan isinya. Jenis-jenis artikel adalah narasi, deskripsi, argumentasi, persuasi, dan eksposisi. Setiap jenis artikel tersebut memiliki isi informasi yang berbeda sehingga karakteristik untuk setiap artikel pun berbeda.

Apapun jenis artikelnya, sebuah artikel harus ditulis berdasarkan fakta, bukan asumsi ataupun perkiraan saja. Oleh karena itu, untuk memperkuat artikel, maka ada baiknya melampirkan data dan hasil riset sebuah penelitian (jika ada).

Cara Penulisan Yang Sesuai Dengan Struktur Artikel

Selain data dan tulisan yang berbentuk informatif, salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menulis artikel adalah struktur penulisannya. Agar informasi dapat dibaca dan dipahami dengan mudah oleh para pembaca, maka buatlah penulisan yang sistematis. Berikut adalah contoh struktur artikel yang tepat dapat dibuat untuk sebuah tulisan:

1. Judul

Sebuah artikel harus memiliki judul dalam untuk setiap tulisannya. Meskipun tampak simpel, namun judul memiliki fungsi yang sangat penting karena bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai isi dari artikel. Jadi, bisa dikatakan, judul sudah mencakup seluruh isi artikel namun hanya dengan beberapa kata saja.

Ketika membuka koran atau majalah, akan ada banyak macam artikel yang tertulis. Oleh karena itu, agar artikel yang ditulis dapat menarik perhatian, maka buatlah judul semenarik mungkin dengan menjelaskan isi dari artikel. Atau buatlah sebuah judul yang menjadi pemicu agar orang membaca artikel tersebut. Namun, ketika membuat sebuah judul, pastikan judulnya tidak terlalu panjang maupun pendek. Buatlah secara singkat, padat dan jelas untuk dipahami.

2. Pembukaan Artikel

Setelah judul artikel, struktur yang baik memiliki pembukaan yang berisi mengenai pembahasan awal dari tulisan tersebut. Bagian ini biasanya menjelaskan mengenai latar belakang tulisan tersebut dibuat dengan menunjukkan sebuah data maupun pernyataan. Dan seperti namanya, letak dari pembukaan artikel adalah pada paragraf pertama, namun biasanya di kalimat terakhir.

Namun, orang sering kali mengalami kesulitan dalam membuat pembukaan artikel dan tidak tahu mulai darimana. Untuk menghindari hal ini terjadi maka cobalah gunakan teknik menulis dengan cara deduktif maupun induktif. Cara deduktif adalah menulis pembukaan dengan uraian yang bersifat lebih umum sedangkan induktif bersifat lebih khusus. Atau cobalah menulis uraian umum terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan tulisan lebih khusus.

3. Leher Artikel

Dalam sebuah struktur, akan ada bagian atau uraian yang menghubungkan antara pembukaan dengan isi artikel yang disebut dengan leher artikel. Biasanya, bagian ini akan menyampaikan sesuatu yang langsung berhubungan dengan isi artikel, seperti permasalahan yang terjadi dalam artikel tersebut.

Ketika membaca bagian ini, sang pembaca seharusnya sudah bisa mendapatkan gambaran atau inti dari artikel tersebut. Namun, jika sang pembaca tidak memahami dan belum mendapatkan arahannya, maka bisa jadi leher artikel kurang detail kepada inti permasalahan.

4. Isi Artikel

Ini merupakan inti dari struktur artikel karena ini adalah bagian penting yang akan menyampaikan informasi kepada para pembaca. Dalam bagian ini, artikel akan dibahas secara lebih detail dan lengkap disertai dengan fakta dan data yang ada. Hal ini bertujuan agar artikel bisa memberikan sebuah informasi yang informatif kepada para pembaca.

Bagian isi artikel merupakan puncak dari sebuah artikel, jadi pastika untuk memberikan segala informasi yang dicari pembaca mengenai permasalahan tersebut. Semakin detail, semakin bagus dan menarik artikel tersebut untuk dibaca oleh orang.

5. Penutup

Setelah mencapai puncak, artikel akan kembali turun mencapai bagian antiklimaks yang disebut dengan penutup. Bagian ini biasanya berisi kesimpulan terhadap masalah yang dibahas dalam artikel tersebut. Namun, penutup artikel tidak harus selalu menyediakan solusi atau penyelesaian dari masalah. Karena bisa jadi permasalahan tersebut masih terjadi dan berlangsung.

Akan tetapi, dalam bagian penutup ini, para pembaca bisa melihat sudut pandang dari penulis dalam menghadapi masalah yang ada. Sehingga bagian penutup ini biasanya berisi dengan kalimat yang bersifat khusus dan lebih detail.

Menulis sebuah artikel bukanlah suatu kegiatan yang sulit jika sudah mengetahui struktur artikel yang benar. Dengan mengetahui struktur tersebut, penulis juga bisa mendapatkan kerangka dari artikel yang akan ditulis.

Hal tersebut akan mempermudah penulis dalam menulis dan menguraikan ide tulisan. Namun, salah satu hal yang perlu diingat dalam menulis artikel, jangan lupa untuk menulis referensi data. Karena data merupakan hak milik orang sehingga harus dituliskan sumbernya juga.

Leave a Comment