Sistematika Artikel

Artikel ilmiah adalah artikel ini lebih ditujukan untuk bidang pendidikan dan penelitian. Sistematika artikel ini dibuat berdasarkan fakta, fenomena yang ada serta dikaji langsung dengan teori serta hasil penelitian yang telah dilakukan.

Sekilas tentang Artikel Ilmiah

Dalam artikel ilmiah, bahasa yang digunakan cenderung tegas, efektif, dan menggunakan pilihan kata yang cukup sulit untuk dipahami untuk orang awam. Kebanyakan artikel ini ditulis untuk kepentingan pendidikan dan penelitian untuk pengembangan teori yang telah ada.

Khusus untuk artikel ilmiah terdapat pedoman penulisan yang harus benar-benar ditaati. Sejauh ini terdapat dua macam tipe penulisan referensi yang digunakan untuk penulisan artikel ilmiah, yaitu metode Harvard dan APA.

Sistematika Artikel Ilmiah

Cara penulisan artikel ilmiah sangat sistematis dan terstruktur. Pada artikel ilmiah ini, penulis dituntut untuk sangat detail dalam menjelaskan gagasannya. BIla perlu mencantumkan data dan fakta dari sumber yang valid dan teruji. Berikut sistematika penulisan artikel ilmiah:

1. Pembukaan

Pembukaan pada sebuah artikel umumnya berisi latar belakang masalah yang akan dibahas. Latar belakang ini biasanya bermula dari kegelisahan penulis akan sebuah fenomena yang terjadi saat ini. Lalu, penulis akan menyampaikan hipotesa-hipotesa mengenai topik tersebut. 

Kemudian, penulis menceritakan tujuan dari pembahasan sebuah topik berdasarkan fenomena tersebut. Selain itu, penulis mencantumkan manfaat apa saja yang dapat diperoleh apabila topik tersebut diteliti lebih mendalam.

2. Tinjauan Pustaka

Setelah pembukaan, artikel yang berisi pendapat penulis tidak serta merta ditulis begitu saja. Sebuah artikel harus ditulis berdasarkan referensi-referensi yang ada sebagai dasar teori yang membimbing penulis dalam menyampaikan idenya.

Umumnya, tinjauan pustaka berisi kumpulan data dan teori yang sudah pernah dipublikasikan oleh penulis sebelumnya mengenai topik yang berhubungan dengan topik yang dibahas oleh penulis. Pada tinjauan pustaka perlu memberikan apresiasi kepada penulis artikel yang menjadi sumber referensi dengan menulis kutipan dari referensinya dengan metode Harvard maupun APA.

3. Metodologi

Metodologi adalah cara yang dilakukan penulis untuk mengumpulkan data terkini untuk mendukung gagasannya. Biasanya, metodologi terbagi dua jenis yaitu metodologi kuantitatif dan kualitatif. Untuk metodologi bersifat kuantitatif, penulis tentu mengambil sumber data dengan cara survey korespondensi.

Sementara itu, untuk metodologi bersifat kualitatif, maka penulis mengambil sumber referensi berupa artikel, buku, jurnal dan semacamnya yang berisi mengenai teori-teori pendukung gagasan penulis.

4. Pembahasan

Pada pembahasan sebuah artikel berisi gagasan ide yang diolah dengan sumber referensi dan data-data yang diperoleh. Kemudian, hasil tersebut dikemas sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil penelitian yang diharapkan. Pengujian terhadap hipotesis yang telah disampaikan di awal akan diuji melalui data yang terkumpul dan sumber referensi sebelumnya sehingga akan muncul hasil analisanya.

5. Penutup

Penutup merupakan  bagian akhir yang berisi kesimpulan dari kegiatan penelitian yang telah dilakukan. Selain itu, biasanya penutup menyampaikan saran bagi para pembaca dan stakeholders yang berperan dalam mengatasi masalah yang sedang dibahas. 

Selain itu, penutup ini menjadi jalan pembuka bagi penulis lain untuk mengembangkan lebih luas mengenai topik tersebut. Secara tidak langsung, sebuah artikel mampu menginspirasi lahirnya artikel lain.

Nah, sekarang tak perlu untuk minder lagi dalam menulis artikel. Karena sistematika artikel dapat dipelajari dan dilatih. Dengan melatih kemampuan menulis maka hasil tulisan akan semakin berkualitas.