Pengertian Segmentasi Pasar, Syarat, Manfaat, Prosedur

Segmentasi Pasar merupakan hal yang sangat penting untuk dipelajari. Persaingan tidak hanya pada kemampuan membuat produk berkualitas dan unik. Tapi pada pemilihan pasar yang tepat dan produk yang spesifik.

Melakukan segmentasi pasar untuk produk yang dihasilkan adalah suatu kewajiban. Umumnya pebisnis pemula mengalami kegagalan karena kurang memperhatikan segmentasi target pasar ini.

Dalam ilmu ekonomi sendiri, segmentasi pasar berada dalam posisi sentral yang ikut menentukan keberhasilan sebuah usaha. Kali ini kita akan membahasnya secara mendalam pada artikel kali ini.

Pengertian Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar massal menjadi kelompok-kelompok dengan kebutuhan dan keinginan yang serupa. Click to Tweet

Pengertian di atas dapat anda temukan pada buku berjudul Marketing Principles, edisi 3 Asia-Pacific.

segmentasi pasar menurut buku marketing principles
segmentasi pasar menurut buku marketing principles

Mohon maaf jika cover buku di atas terlalu kecil. Karena saya sudah mencoba mencari yang berukuran lebih besar, tapi saya belum mendapatkaannya.

Menurut wikipedia buku ini ditulis oleh Pride, W., Ferrell, O.C., Lukas, B.A., Schembri, S., Niininen, O. and Cassidy, R. Edisi ke 3 ini diterbitkan pada tahun 2018. Dan pengertian segmentasi pasar di atas dapat anda temukan pada halaman 200.

Dasar dari pengelompokan ini bersumber dari keragaman setiap individu di ranah sosial yang sebenarnya memiliki pola yang sama. Dengan kata lain, segmentasi pasar bisa diartikan sebagai analisis dan hasil identifikasi dari para pembeli yang ada di pasar.

Segmentasi Pasar Menurut Para Ahli

Salah satu ahli ekonomi yang berpendapat tentang segmentasi pasar adalah Philip Kotler dan Gary Amstrong. Keduanya berpendapat bahwa segmentasi pemasaran ini dapat diartikan dengan membagi pembeli ke dalam beberapa kelompok berbeda.

Sedangkan Pride and Ferrel mengartikan hal ini sebagai sistem yang dilakukan untuk membagi keseluruhan konsumen yang ada menjadi pelanggan potensial dan tertarget. Pembagian pasar menurut mereka dapat dilakukan utamanya berdasar kebutuhan dan karakter yang serupa.

Kegiatan pembagian pasar ini biasanya dimaksudkan untuk mengelompokkan pembeli yang semula heterogen (berbeda) menjadi kelompok yang bisa dikatakan serupa (homogen). Tujuan dari membagi pasar menjadi beberapa kelompok ini adalah agar mempermudah menyesuaikan produk yang dihasilkan dengan konsumen.

Syarat yang Harus Dimiliki

Membuat pengelompokan pasar tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa adanya syarat atau komponen yang dijadikan dasar. Beberapa syarat yang biasanya digunakan dalam segmentasi berfungsi agar hasil yang didapatkan valid dan bisa dipercaya. Beberapa syarat tersebut adalah:

1. Dapat Diukur

Komponen yang pertama adalah dapat diukur dimana hal ini berarti acuan yang digunakan valid misalnya dari tingkatan kekayaan ataupun tingkat pendidikan. Di dalamnya bisa juga mengukur seberapa luas pasar yang akan ditargetkan serta daya beli yang dimiliki konsumennya.

Contoh nyata yang bisa diterapkan adalah pembagian berdasarkan jenis kelamin untuk busana dimana perempuan akan cenderung memiliki daya beli yang lebih besar. Hal ini bisa jadi pertimbangan ketika bisnis yang dipilih adalah bisnis pakaian agar potensi pelanggan lebih besar.

2. Logis dan Bisa Dijalankan

Salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah kemampuan suatu ide untuk diterapkan dalam dunia nyata. Boleh saja pembagian dilakukan secara sembarangan dan logis menurut masing-masing tetapi ketika tidak bisa diterapkan, maka tidak berguna.

Pembagian pasar yang dilakukan akan berhubungan secara langsung dengan strategi pemasaran yang diterapkan nantinya. Jika yang pembagian didasarkan pada hal yang tidak logis seperti misalnya bentuk wajah konsumen pada produk sepatu. Akan sulit menentukan strategi yang sesuai meskipun data tersebut sudah di tangan.

3. Ada Target yang Ingin Dicapai

Ketika membuat segmentasi pasar, pastinya sudah mengantongi jenis produk yang akan diproduksi nantinya. Hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah membuat poin penting yang nantinya bisa dijadikan pasar strategis dari penjualan produk.

Saat sudah dibuat target tersebut, maka segmentasi yang dilakukan akan menghasilkan data tentang target di lapangan. Ekspansi pasar yang ingin dilakukan sudah bukan lagi impian semata dan peta prioritas langkah selanjutnya juga dalam genggaman.

4. Pasar Heterogen dan Luas

Memiliki area survey pembagian pasar yang luas adalah salah satu kunci keberhasilan data yang didapatkan nantinya. Ketika area survey lebih sedikit, maka akan didapatkan data yang sedikit dan tidak begitu berguna untuk ke depannya.

Menjalankan sebuah bisnis bukan hanya perihal bisa bertahan karena pergerakan konsumen akan selalu terjadi. Pasar yang semakin heterogen dan luas akan menjadikan keuntungan perusahaan nantinya relatif lebih besar dengan strategi yang juga lebih terarah.

Manfaat Segmentasi Pasar

Jika berpikiran pembagian pasar adalah hal yang tidak berguna berarti gambaran besar dari hal ini masih belum dipahami dengan benar. Ada banyak manfaat yang dapat didapatkan dan semuanya sudah dirangkum terperinci berikut ini:

1. Membedakan Target Pasar Lebih Mudah

Keberadaan konsumen adalah hal yang penting tetapi perusahaan akan kesulitan jika harus terus mengikuti selera yang tiap hari berubah. Akan lebih baik dan aman bagi badan usaha untuk memiliki target konsumen dengan perilaku yang seragam (homogen).

Hal ini akan membuat strategi yang dibuat lebih jelas berdasarkan dengan selera kelompok konsumen tadi. Ketika tidak ada pengelompokan, maka konsumen akan cenderung lebih absurd tanpa adanya petunjuk yang jelas mengenai selera. Ketika perusahaan gagal mengikuti selera konsumen, maka produk tidak akan laku dan rugi.

2. Kemudahan Mengatur Produk dan Pelayanan

Saat pasar sudah berhasil dibagi dalam kelompok tertentu, maka sasaran produk yang dihasilkan sudah bisa ditentukan. Keberadaan target pasar dari produk ini membuat perusahaan bisa menentukan langkah apa yang bisa dilakukan selanjutnya.

Adanya pembagian pasar akan membuat pemasaran yang dilakukan lebih efektif dan efisien dengan asumsi produk akan lebih dipilih oleh konsumen. Pelayanan yang diberikan juga memberikan peran penting karena cara memperlakukan konsumen dari target yang berbeda juga tidak sama.

3. Gagasan Pemasaran Lebih Terlihat

Data dari pembagian pasar ini akan membuat sebuah perusahaan bisa menentukan bagaimana pergerakan produk yang dihasilkan. Ketika sudah ada data konsumen yang menjadi target, maka produk bisa langsung dialirkan ke target tersebut tanpa perlu pusing lagi.

Data yang dimiliki dalam segmentasi pasar ketika dilakukan menyeluruh berdasarkan kemampuan konsumen dan juga animo akan memberikan keakuratan lebih. Suplai barang yang dihasilkan akan menjadi lebih lancar tanpa perlu berlama-lama dalam gudang penyimpanan.

4. Kemudahan Melihat Kompetitor

Pembagian pasar dalam beberapa kelompok yang sebuah perusahaan miliki pasti juga dimiliki oleh perusahaan lain meski tidak sama persis. Ada beberapa komponen dalam target yang pasti akan menjadi persaingan dalam mendapatkan konsumen.

Ketika sudah ada data yang dimiliki, semua kompetitor dapat terlihat lebih jelas daripada hanya berdasarkan kesamaan produk yang dihasilkan. Ini membuat lebih mudahnya memperhatikan gerak-gerik kompetitor dalam meraih konsumen. Tinggal bagaimana merespon bagaimana cara untuk tetap lebih unggul dari mereka.

5. Mudahnya Penentuan Desain dan Model Produk

Setiap bagian dari pasar dengan perilaku dan karakteristik yang berbeda memiliki selera terhadap produk yang berbeda pula. Seperti misalnya bagaimana desain yang tampak lebih simpel akan disukai orang dari kalangan menengah ke atas.

Ketika target pasar sudah didapatkan, produk yang dihasilkan bisa menyesuaikan kebutuhan pasar yang ada. Pergerakan desain produk akan terus berlangsung dan adanya data pasar membuat perusahaan bisa lebih responsif. Tentunya diperlukan kemampuan dalam menentukan produk yang akan trend beberapa waktu ke depan.

Prosedur Melakukan Segmentasi Pasar

Dalam melakukan pembagian pasar tidak bisa dilakukan secara serampangan tanpa ada tahapan yang jelas. Diperlukan teknik dan prosedur tertentu agar data yang didapatkan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat validasi lebih baik. Beberapa prosedur yang harus dijalankan harus urut seperti berikut ini:

1. Survey Stage

Melakukan pembagian pasar pertama kali harus dilakukan dengan survey terhadap keseluruhan konsumen yang ada di masyarakat. Sekarang banyak sekali metode survey yang bisa dilakukan mulai dari wawancara, angket, survey online, ataupun dengan melihat bagaimana minat masyarakat.

Tahapan ini bertujuan sebagai data awal dari keberadaan konsumen yang berada di suatu pasar produk tertentu. Jika bisa, dapatkan data tentang motivasi, hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih, serta sikap pada produk yang ada. Data yang didapatkan dari proses ini harus diolah dalam prosedur selanjutnya.

2. Analysis Stage

Setelah data awal berhasil didapatkan, maka selanjutnya data tersebut akan masuk ke dalam proses selanjutnya yakni tahapan analisis. Dalam tahapan ini biasanya akan dikaitkan bagaimana alasan dan menghubungkannya dengan perilaku yang mereka lakukan.

Analisis ini diharapkan bisa memberikan bagaimana perilaku konsumen secara garis besar yang akan dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu. Tentunya berdasarkan apa yang ditanyakan dalam survei sebelumnya seperti motivasi, sikap, dan apa yang menyebabkan perilaku konsumen.

3. Profiling Stage

Prosedur terakhir yang dilakukan adalah pengelompokan beberapa tipe konsumen dengan patokan data dari langkah sebelumnya. Survey stage menjadi penentu keberhasilan profiling ini dimana survey yang lebih terarah dan konkrit akan memberikan hasil analisis yang juga baik.

Proses identifikasi dan profiling ini memberikan kelompok konsumen dengan karakter tertentu yang nantinya bisa dijadikan target marketing. Nah ketika sudah didapatkan hasil pembagian pasar ini, maka informasi aliran produk dapat dikatakan sudah lengkap. Sekarang tinggal bagaimana mengatur produksi dan strategi menarik mereka.

Jenis Segmentasi Pasar

Terdapat beberapa jenis pengelompokan pasar yang biasa dilakukan dan semuanya bergantung pada kebutuhan perusahaan. Tercatat ada sembilan kategori pembagian pasar yang sudah berhasil didapatkan yaitu:

1. Berdasarkan Geografi

Letak konsumen menjadi penting untuk pemasaran produk yang akan dilakukan ke depannya. Misalnya ketika mayoritas target adalah penduduk pantai maka produk harus yang cenderung tipis dan mudah menyerap keringat agar bisa diterima.

2. Demografi

Pembagian kedua yaitu berdasarkan pembagian keberadaan sosial seperti misalnya jenis kelamin, usia, serta tingkatan pendidikan. Keberadaan pembagian ini ikut berperan bagaimana produk yang akan diproduksi nantinya.

3. Psikografi

Konsumen memiliki respon berbeda terhadap barang atau stimuli baru yang terdapat dipasaran dan ini bisa menjadi celah untuk pemasaran. Ada kelompok orang yang cenderung suka membeli barang baru dengan desain terbatas dan ada juga yang tidak.

4. Sociocultural

Ada pembagian pasar yang berdasar pada segmentasi sosiokultural yang memperhatikan variabel antropologis dan sisologis suatu masyarakat. Keberadaan ini menjadikan perusahaan bisa memperhatikan produk berdasar kelas sosial ataupun budaya yang ada.

5. Hubungan Ekstrim

Ada beberapa perilaku konsumen yang memiliki hubungan aneh seperti loyalitas pada sebuah merek barang tertentu dimana perusahaan tersebut sudah “menjadi identitas” mereka. Keberadaan segmentasi ini bisa menunjukkan bagaimana perilaku kelompok tersebut terhadap barang tertentu.

6. Situasi Penggunaan

Ada beberapa produk atau barang yang akan banyak dicari dalam situasi tertentu seperti misalnya masker pada saat covid-19 ini. Dari penglihatan secara penggunaan ini bisa didapatkan bagaimana produk akan diproduksi dengan jumlah target tertentu.

7. Benefit

Segmentasi berdasarkan benefit ini akan mengelompokkan konsumen berdasarkan pola mencari keuntungan dari sebuah produk. Ini sangat penting ketika perusahaan akan menyesuaikan kualitas serta harga dari sebuah produk berdasarkan pasar yang diinginkan.

8. Hybrid

Segmentasi yang dilakukan tidak hanya bisa berdasarkan pada satu jenis yang ada tetapi juga bisa dilakukan kombinasi misalnya geodemografis. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan prospek keuntungan terbaik dari pemasar agar didapatkan ketertarikan konsumen yang lebih tinggi.

9. Tingkah Laku

Segmentasi ini sedikit mirip dengan psikografi tetapi lebih spesifik terhadap reaksi pembeli yang ada terhadap keberadaan suatu produk. Segmentasi ini juga dibagi berdasarkan sikap, pengetahuan, serta kecenderungan penggunaan di masyarakat.

Itu dia beberapa hal penting yang menjadi dasar dalam mempelajari segmentasi pasar untuk keperluan membangun ekonomi. Sebenarnya segmentasi sendiri memiliki ilmu yang lebih dalam lagi tetapi beberapa hal di atas sudah cukup untuk dijadikan pedoman dasar. Semoga bermanfaat!