fbpx

Apa Itu Search Intent? Memahami Search Intent

search intent image

Memahami apa itu search intent adalah hal penting yang tidak boleh anda lewatkan, Memahami search intent akan memudahkan kita dalam melakukan riset keyword. Dan tentu saja dalam jangka panjang akan menetukan kesuksesan strategi SEO yang kita jalankan.

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita sepakati pengertian keyword terlebih dahulu.

Apa Itu Keyword?

Keyword adalah kata-kata yang anda gunakan saat mencari sesuatu pada mesin pencari seperti Google.

Contohnya, jika anda ingin membeli sendal gunung baru. Maka mungkin ada melakukan pencarian di Google dengan keyword seperti ini, “sandal gunung murah”, atau “sendal gunung tahan lama” atau yang sejenisnya.

Ok, saya rasa mudah dihami bukan?

Oklah tanpa berlama-lama, mari kita segera masuk ke pokok bahasan. Yuk kita awali dari pengertian search intent.

Apa Itu Search Intent?

Search intent biasa juga dikenal dengan sebutan keyword intent. Setelah update algoritma Google Hummingbird dan Google RankBrain, mesin pencari Google dapat mengetahui maksud dari penggunaan keyword.

Jika kita merujuk pada pengertiansearch intent dari Semrush, maka :

Search Intent adalah tujuan akhir dari orang yang menggunakan mesin pencari

atau bisa juga menggunakan pengertian dari Yoast :

Search Intent adalah alasan mengapa orang melakukan pencarian tertentu

Misalkan jika anda mengetik “sandal gunung murah” di Google, maka yang akan muncul kemungkinan besar adalah toko online yang menjual sandal gunung bukan artikel atau blog mengenai sandal gunung murah.

Hal ini membuktikan bahwa Google mengetahui maksud kita mengetik keyword tersebut.

Pengaruh Search Intent Terhadap SEO

Dengan memahami search intent maka kita dapat menentukan jenis konten yang tepat untuk suatu keyword.

Melanjutkan contoh sebelumnya, jika menggunakan keyword “sandal gunung murah”, maka bentuk konten yang lebih pas adalah halaman penjualan. Jadi jangan sampai anda membuat konten berupa artikel.

Karena kemungkinan besar orang yang menggunakan keyword tersebut berniat untuk membeli produk bukan membaca artikel.

Jenis Search Intent

Mengenai jenis search intent, ada beberapa yang berbeda antara lain sebagai berikut.

SemRush mengelompokkan search intent dalam empat jenis yaitu :

  • Navigational
  • Informational
  • Transactional
  • Freebies.

Sedangkan menurut David Hartshorne lewat artikelnya di BloggingWizard hanya membedakan search intent menjadi tiga kategori yaitu :

  • Navigational
  • Informational
  • Transactional

Namun beberapa nama besar di dunia SEO dan SEM seperti Yoast, Ahrefs dan SearchEngineLand membagi jenis search intent itu dalam empat tipe yaitu :

  • Informational
  • Navigational
  • Investigational
  • Transactional

Nah untuk itu pembahasan kita akan lebih banyak mengupas mengenai empat jenis serach intent di atas. Selanjutnya mari kita bahas satu per satu, jenis search intent tersebut.

Informational

Search intent informational bertujuan untuk mencari informasi. Banyak orang yang memiliki pertanyaan yang spesifik, seperti “siapa presiden RI pertama?”.

Atau sekedar ingin mengetahui lebih jauh mengenai suatu topik, seperti “Donald Trump”, “startup” dan lain-lain. Intinya sekedar ingin tahu saja.

Navigational

Hal utama yang harus diingat adalah pada search intent navigational, pencari sedang mencari web/brand tertentu. Mereka sudah tahu ke mana mereka ingin pergi.

Bagi mereka mungkin lebih cepat dan lebih mudah untuk menggunakan Google daripada mengetikkan sendiri URL ke bilah alamat. Mereka juga mungkin tidak yakin dengan URL yang tepat.

Contohnya : “facebook”, “twitter”, “web shopee”,”tokopedia login”.

Investigation

Pada search intent investigational, pencari ingin membeli produk atau layanan tertentu tetapi belum yakin mengenai penyedia produk atau layanan yang tepat untuk mereka.

Mereka kemungkinan besar mencari ulasan dan perbandingan. Mereka masih mempertimbangkan berbagai pilihan yang ada.

Contohnya : “susu bayi terbaik”, “ac sharp vs daikin”, “review sepatu kulit”.

Atau contoh lainnya : “tukang ledeng di dekat sini,” “hotel termurah di Singapura,” dll.

Transactional

Pada serach intent transactional, para pencari melakukan pencarian untuk melakukan pembelian. Mereka dalam mode “akan pembelian”.

Kemungkinan besar, mereka sudah tahu apa yang ingin mereka beli. Mereka mencari tempat untuk membelinya.

Contoh pencarian transaksional: “beli macbook pro”, “samsung galaxy s10 murah”.

Bagaimana Cara Mengetahui Search Intent?

Setidaknya ada dua cara yang dapat anda gunakan untuk mengetahui search intent.

Kata Khusus Search Intent

Cara pertama adalah dengan mengetahui beberapa kata khusus search intent. Yaitu kata yang memang sering digunakan untuk search intent tertentu. Berikut beberapa di antaranya :

Kata Khusus Informational

    • apa
    • siapa
    • dimana
    • kapan
    • mengapa
    • kenapa
    • bagaimana
    • panduan
    • tutorial
    • belajar
    • contoh
    • cara
    • tips

Kata Khusus Navigational

    • nama merek
    • nama produk
    • nama layanan jasa

Kata Khusus Investigation

    • ….. terbaik
    • review …..
    • (produk A) vs (produk B)
    • spesifikasi …..

Kata Khusus Transactional

    • beli
    • murah
    • diskon
    • harga

Memperhatikan SERP

Cara kedua yang bisa anda gunakan adalah dengan langsung memperhatikan SERP.

SERP adalah singkatan dari search engine result page. Atau dalam bahasa Indonesia dapat kita artikan sebagai halaman hasil pencarian dari mesin pencari.

Sebagai contoh, mari kita lihat bersama hasil pencarian dari kata kunci “kaos polos” berikut ini.

search intent dari serp
search intent dari serp

Terlihat bahwa pada peringkat satu dan dua adalah iklan produk. Hal ini jelas mengindikasikan search intent transactional.

Namun agar lebih yakin, mari kita lihat hasil pencarian tanpa iklan, atau biasa kita sebut organis.

search intent dengan mengamati serp
search intent dengan mengamati serp

Dari hasil diatas terlihat bahwa terdapat hasil pencarian dari marketplace yang menjual produk kaos polos. Selain itu juga hasil pencarian yang lain mengarah pada penjualan produk.

Dengan beberapa informasi di atas, dapat kita simpulkan bahwa keyword “kaos polos” memiliki search intent transaction.

Yuk Gabung Projasaweb

Mari bergabung bersama ribuan marketer lainnya, berbagi info terbaru seputar marketing dan bisnis terkini

Thank you for subscribing.

Something went wrong.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yuk Gabung Projasaweb

Mari bergabung bersama ribuan marketer lainnya, berbagi info terbaru seputar marketing dan bisnis terkini

Thank you for subscribing.

Something went wrong.

Yuk Gabung Projasaweb

Mari bergabung bersama ribuan marketer lainnya, berbagi info terbaru seputar marketing dan bisnis terkini

Thank you for subscribing.

Something went wrong.

Yuk Gabung Projasaweb

Mari bergabung bersama ribuan marketer lainnya, berbagi info terbaru seputar marketing dan bisnis terkini

Thank you for subscribing.

Something went wrong.