Permalink

Permalink adalah hal yang sering ditemukan dalam dunia digital. Tak jarang masih banyak yang awam mengenai istilah ini. Secara harfiah, istilah ini merupakan singkatan dari permanent link. Ya, bila melihat pada kolom URL tertulis lengkap seperti yoast.com/post-name.

Sebuah permalink merupakan identitas dari setiap laman website. Struktur dari permanent link ini terdiri dari nama website dan slug yang merupakan bagian dari URL yang dituliskan setelah nama domain. Beberapa situs mungkin memberikan keterangan tanggal untuk mempermudah mengkurasi laman websitenya. 

Seberapa pentingkah sebuah permalink untuk SEO? Jawabannya sangat penting, karena dalam sebuah permalink terdapat kata kunci yang mampu menaikkan traffic SEO sebuah website. Yuk, simak lebih lanjut! 

Macam-Macam Permalink

Pada awalnya permanent link ini tidak terlalu ramah, karena tampilan dalam URL ini berisi tulisan acak yang tidak dimengerti seperti yoast.com/?p=101 yang dapat diartikan artikel ke-101 di database website tersebut. Walaupun mesin pencari masih memahami URL acak tersebut, namun itu sangat tidak baik bagi SEO karena reputasi website bisa jadi menurun drastis karena susah dicari. Berikut ada beberapa opsi penulisan SEO dibawah ini yang merupakan opsi untuk memberi URL pada laman untuk mengunggah postingan baru:

1. Default

Pada mode default ini, URL secara otomatis dibuat oleh sistem. Biasanya yang menggunakan URL seperti ini adalah blog atau website yang baru saja dibuat sehingga belum sempat melakukan konfigurasi pada URLnya. URL yang ditampilkan adalah https://yoast.example/?p=123

2. Numerik

Berikutnya dengan cara penulisan numerik yang dibuat berdasarkan urutan pembuatan. Biasanya untuk URL semacam ini sering ditemui pada website pemerintah dan perusahaan yang menyediakan berbagai macam link dan dokumen file yang siap diunduh secara publik. URL tersebut dituliskan seperti ini https://yoast.example/archives/789.

3. Nama

Kemudian penulisan URL dengan nama laman website. URL seperti ini seringkali muncul pada laman website yang berisi masukan dari pengunjung dan menu utama dari laman website tersebut. Sebagai contoh https://yoast.example/postingan-baru/.

4. Tanggal dan Nama

Lalu, ada juga URL yang menuliskan tanggal beserta nama postingan. Mayoritas yang menggunakan penulisan artikel seperti ini adalah media massa dan blog khusus seperti traveling. Contoh penulisannya adalah https://yoast.example/2019/08/15/postingan baru/.

5. Bulan dan Nama

Selain itu, penulisan URL menggunakan bulan dan nama postingan juga sering digunakan. Beberapa blog dan website menggunakan metode penulisan bulan dan nama. Biasanya, URLnya ditulis seperti ini https://yoast.example/2019/08/postingan-baru/.

6. Custom

Metode penulisan URL berikutnya adalah custom. Penulisan URL dengan metode custom ini terbilang unik dan dipakai sedikit website penyedia layanan aplikasi. Contoh penulisannya adalah https://yoast.example/%postinganbaru%/.

Gunakan Yoast SEO Sebagai Tool Andalan 

Dari berbagai macam tools yang tersedia, Yoast SEO merupakan tool andalan untuk melihat ketersediaan SEO bagi semua orang. Saat menginstal WordPress, tak perlu susah payah untuk mengubah URL website tersebut karena Yoast yang berafiliasi dengan WordPress sudah memikirkan URL apa yang cocok untuk postingan tersebut. Selain itu, tool ini mampu memberikan opsi-opsi URL lain.

Lalu, ketika permalink ini diubah atau dihapus, tool ini mengarahkan langsung ke permanent link pengganti yang telah diubah sebelumnya. Berbeda dengan website lain, jika website ini dihapus maka pengunjung malah disajikan tampilan kosong halaman yang tidak ditemukan dengan notifikasi error 404. Maka, tool ini akan sangat membantu bagi para pemilik website yang ingin merapikan websitenya.  

Sebelum Membuat Permalink, Pikirkan 3 Hal Ini

Nah, sebuah website dengan URL yang baik akan memudahkan SEO dalam mengakurasi laman-laman website seluruh dunia dengan keyword yang sama dan sejenis. Apabila URL ini dibuat rumit maka website akan kehilangan reputasinya. Hal ini bagaikan mimpi buruk bagi para pemilik website. 

Maka dari itu ada 3 hal yang harus dipikirkan sebelum membuat URL untuk permanent link. Pertama, pastikan struktur penataan URL tersebut sesuai dengan tujuan website. Apabila website yang dimiliki adalah website portal berita maka wajib hukumnya untuk menambahkan tanggal dan nama yang jelas.

Kedua, apabila konten website merupakan artikel yang berisi informasi yang dapat digunakan sepanjang masa. Maka, tak perlu untuk menambahkan informasi waktu pada URLnya. Hal ini untuk mencegah persepsi pengunjung situs yang menganggap artikel atau konten tersebut sudah kadaluarsa.

Terakhir, gunakan struktur URL permanent link yang mudah dan sederhana. Hal ini dikarenakan sebagian besar URL berisi domain website yang diikuti oleh nama postingan konten. Oleh karena itu, hindari menggunakan judul artikel atau konten yang bertele-tele.

Nah, itu tadi sedikit penjelasan mengenai permalink. Akhir kata pertimbangkanlah untuk membuat permalink dengan bijak. Pastikan domain dan informasi tersampaikan dengan jelas dalam URL tersebut. Bagi para pemilik website, bisa mencoba untuk mengurusnya sendiri atau menggunakan jasa maintenance website agar lebih efisien.