projasaweb logo

Perbedaan HTTP dan HTTPS

Estimasi Waktu Baca 5 Menit

Setiap orang pasti pernah mendengar HTTP dan HTTPS. Bagaimana tidak, kedua istilah ini sangat erat kaitannya dengan berbagai perangkat teknologi dan internet. Sebagian orang juga mungkin pernah mendengar bahwa HTTPS menjadi salah satu alat penentu ranking pada website. 

Lantas, sebenarnya apa sih HTTP dan HTTPS itu? Apakah mereka berbeda atau sama saja? Pada artikel kali ini, kami akan memberikan penjelasan detail mengenai perbedaan kedua istilah ini. Simak penjelasannya hingga tuntas, ya!

Apa Beda HTTPS dan HTTP

Bila Anda pernah memesan barang dari online, pada bagian domain pasti akan tampak simbol gembok dengan warna hijau. Sebelum nama domain dan simbol gembok tersebut, ada tulisan HTTP atau HTTPS

Nah, baik HTTP maupun HTTPS, keduanya sama-sama berfungsi sebagai pelindung. Kedua protokol ini dapat melindungi data Anda agar terhindar dari pencurian atau mata-mata. Jika menggunakan protokol ini, resiko data terbaca oleh orang lain sangat kecil. 

Namun, sebenarnya kedua protokol ini berbeda. Ingin tahu apa saja perbedaannya? Simak penjelasannya di bawah ini!

1. HTTP

Salah satu protokol dalam jaringan internet adalah HTTP (Hypertext Transfer Protocol). HTTP adalah suatu protokol yang digunakan untuk berkomunikasi antar dua atau beberapa sistem yang berbeda. Umumnya, HTTP digunakan dalam proses pengiriman data ke browser dari web server.

Jika Anda meletakkan protokol HTTP ini diawal nama domain, maka Anda akan dapat menemukan serta mengakses suatu halaman website. Namun, sayangnya penggunaan HTTP ini tidak terlalu efektif. Pasalnya, data yang didapat dari browser tidak dilindungi terlebih dahulu. 

Tentu saja hal ini dapat merugikan pengguna karena pihak ketiga berpotensi untuk melihat dan menyalahgunakannya. 

Sebagai contoh, jika Anda membeli suatu barang dari toko online, kemudian Anda hendak membayar secara debit. Jika website masih menggunakan protokol HTTP, maka besar kemungkinan data akan dicuri dan disalahgunakan. 

Namun, pengguna tidak perlu terlalu khawatir. Kini, hadir versi HTTP yang lebih aman dan dapat mengatasi hal ini. Versi terbaru dari HTTP adalah HTTPS. Tambahan huruf S sendiri memiliki arti secure, yakni keamanan. Pembahasan terkait HTTPS akan dibawah pada poin selanjutnya.

2. HTTPS

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, HTTPS adalah versi terbaru yang lebih aman dari HTTP. Protokol yang satu ini bisa Anda temukan saat sedang mengunjungi suatu website dengan fitur transaksi pembayaran atau fasilitas login. 

HTTP dan HTTPS ini akan sangat terlihat perbedaannya jika Anda mengaksesnya. Saat mengakses situs HTTP menggunakan protokol HTTPS, protokol ini akan secara otomatis berpindah ke HTTPS. 

Sebagai contoh, cobalah untuk mengakses alamat berikut https://projasaweb.com. Pasti Anda akan diarahkan menuju ke halaman website HTTPS secara otomatis. 

Selain itu, HTTPS juga memakai Transmission Control Protocol. Saat akan mengirim atau menerima data, HTTPS akan memakai TCP ini melalui port 443. Sementara koneksinya akan dienkripsi oleh Transport Layer Security. 

Menurut data dari SSL Labs, sebesar 65,5 persen website populer menggunakan HTTPS pada Februari 2018. Angka persentase tersebut didapat dari 135.004 website yang ada. 

Contoh penerapan HTTPS juga tampak dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat Anda sedang melakukan transaksi jual-beli online. Ketika akan membayar menggunakan kartu kredit, data kartu kredit tidak akan dapat diketahui oleh pihak lain. 

Cara Kerja HTTPS

Selain merujuk pada pengertiannya, perbedaan kedua protokol ini juga tampak pada cara kerjanya. Saat Anda berkunjung ke suatu website menggunakan protokol HTTPS, browser tersebut akan mengecek apakah website terhubung dengan SSL/TLS atau tidak. Jika terhubung, maka akan terjadi SSL Handshake.

Selanjutnya, browser akan memastikan dan memvalidasi sertifikat SSL. Selama SSL Handshake berjalan, private key dan public key harus melakukan enkripsi serta deskripsi. 

Bila sertifikat sudah valid, maka server dan klien akan membuat session key. Kemudian, koneksi internet akan berada dalam kondisi aman. Keamanan ini ditandai dengan simbol gembok yang berwarna hijau dan kata HTTPS sebelum alamat domain. 

Keuntungan Menggunakan HTTPS daripada HTTP

Selain berbeda dalam pengertian dan cara kerjanya, HTTP dan HTTPS juga memiliki fungsi yang berbeda. Karena fungsinya berbeda, tentu saja keuntungan yang didapatkan juga akan berbeda. Banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan jika menggunakan protokol HTTPS untuk kepentingan website, diantaranya :  

1. Keperluan SEO 

Pada tahun 2014, Google sudah mengumumkan bahwa salah satu faktor penentu ranking website adalah HTTPS. Kendati begitu, ranking website tidak akan naik secara signifikan meskipun Anda sudah mengubahnya ke HTTPS. 

Namun, hal ini sangat berguna dalam perkembangan website jangka panjang. HTTPS dapat menjadi user experience yang nantinya akan membangun kepercayaan pelanggan. Oleh karena itu, Google juga menilai bahwa penggantian protokol dari HTTP ke HTTPS ini sangat diperlukan. 

Saat mengunjungi suatu halaman website, login, atau memasukkan informasi dan data tertentu, mungkin Anda pernah disuguhkan dengan tulisan “not secure”. Nah, saat melihat tulisan ini, tentu saja Anda akan segera beralih dan mencari website yang lain.

Bayangkan jika itu adalah website Anda. Pengunjung secara otomatis akan berkurang hingga berdampak pada penurunan ranking website. Ternyata, tulisan “not secure” tersebut ditampilkan bila website masih menggunakan protokol HTTP. 

Kini, hampir sebagian besar website sudah menerapkan sistem pendeteksi protokol ini. Misalnya, Google Chrome yang mulai menampilkan pesan ini pada Januari 2017 sebagai tanda website masih menggunakan protokol HTTP untuk memberikan atau menerima data dari kartu kredit. 

Adanya pesan yang dimunculkan berbagai browser ini menunjukkan bahwa website Anda tidak aman. Dengan memakai HTTPS, website akan berkesempatan untuk mendapat peringkat tertinggi pada hasil pencarian Google atau search engine optimisation.

2. Bagi Pengguna

Manfaat protokol HTTPS yang selanjutnya dapat dirasakan oleh para pengguna. Kini, pengguna internet dapat memiliki hak privasi saat sedang mengunjungi suatu website. 

Bila memakai protokol HTTPS, data Anda akan lebih aman saat melakukan interaksi lewat website, seperti proses penginputan data berupa kode rahasia atau password. Selain itu, komunikasi antar server atau dari browser ke server juga akan dienkripsi agar data yang diterima tidak diketahui pihak lain. 

Adanya protokol HTTPS ini tentu saja dapat meningkatkan tingkat kepercayaan pengguna. Pada akhirnya, peluang konversi website Anda juga akan ikut membesar.

Meskipun website tidak digunakan untuk melakukan komunikasi yang sensitif, namun penggunaan HTTPS tetap sangat diperlukan. Tak hanya dapat memberikan perlindungan terhadap informasi data pengguna, protokol ini juga sangat dibutuhkan dalam penggunaan fitur aplikasi web yang progresif.

Bagaimana Cara Mengganti Protokol dari HTTP ke HTTPS?

Agar domain dapat langsung mengarah pada HTTPS saat website diakses dengan protokol HTTP, tentu saja Anda harus merubah protokol website menjadi HTTPS terlebih dahulu. Untuk mengganti protokol dari HTTP ke HTTPS, Anda harus memasang SSL website. 

SSL pada website ini bisa didapatkan secara gratis pada semua web hosting. Setelah itu, Anda bisa melakukan login pada cPanel. Lalu, pilih menu Lets Encrypt pada bagian Security. Pada salah satu nama domain, klok Issue untuk menambahkan sertifikat.

Selanjutnya, Anda hanya perlu menunggu beberapa saat hingga domain berubah menjadi HTTPS. Meskipun kini website sudah dapat diakses dalam protokol HTTPS, tapi domain belum dapat beralih secara otomatis jika diakses dengan menggunakan HTTP. 

Oleh karena itu, ada dua cara yang bisa dilakukan agar domain dialihkan ke HTTPS secara otomatis meskipun diakses melalui HTTP :

1. Menggunakan Htaccess

Bila web server memakai Apache, Anda dapat menggunakan file .htaccess. untuk mendirect HTTP secara otomatis ke HTTPS. Caranya juga sangat mudah. Pertama, Anda harus login ke cPanel. 

Setelah itu, pilih File Manager dan edit file .htaccess. pada direktori utama website. Bila website diinstal lewat domain utama, maka akan berada pada file public_html. Terakhir, Anda harus melakukan coding lalu pilih Save Changes. 

2. Menggunakan Plugin

Lain lagi bila website menggunakan WordPress. Caranya akan lebih mudah, loh! Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah masuk ke dashboard WordPress. Setelah itu, instal plugin dengan menggunakan Plugins > Add New.

Ketikkan pada kolom pencarian plugin Really Simple SSL. Kemudian, lakukan penginstalan dengan menekan menu Install Now. Kemudian, tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai. 

Setelah itu, lakukan pengaktifan plugin dengan cara memencet tombol Activate. Agar website dapat diarahkan ke HTTPS dengan baik, silahkan tekan tombol Go a Head, Activate SSL!

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai perbedaan protokol HTTP dan HTTPS. Secara sederhana, HTTPS sebenarnya merupakan versi lengkap dan aman dari HTTP. Sebaiknya, para pemilik website mengikuti perkembangan teknologi dengan mengaktifkan protokol HTTPS. 

Photo of author

M. Rianda

Photo of author

M. Rianda

Tinggalkan komentar

Share via