Perbedaan Artikel dan Esai

Sama-sama menjadi sebuah metode kepenulisan, tetapi tidak banyak yang mengetahui tentang perbedaan artikel dan esai. Baik artikel dan esai, keduanya merupakan sebuah metode kepenulisan yang umum ditemui baik dalam ranah akademik maupun jurnalistik. Masing-masing dari artikel dan esai memiliki bentuk, isi, dan tujuan kepenulisan yang berbeda-beda.

Pengertian Artikel

Artikel merupakan sebuah bentuk kepenulisan yang sering diasosiasikan dengan media, baik itu media cetak seperti koran atau media elektronik seperti blog atau website. Penulisan artikel memiliki banyak sekali tujuan, mulai dari menyampaikan informasi yang ditulis menyesuaikan dengan target pembacanya.

Bentuk artikel yang umum ditemui berupa sebuah tulisan yang singkat, tetapi memiliki pembahasan yang lengkap. Untuk menulis sebuah artikel juga harus berdasarkan fakta yang sebenarnya dan bukan sebuah karangan. 

Fakta ini umumnya bisa didapatkan dari pengalaman langsung penulis artikel atau dengan membaca berbagai literatur yang kredibel. Siapapun dapat menulis artikel tanpa dibatasi oleh umur atau gelar kependidikan. Penulisan artikel ini juga bersifat sangat umum, bisa berupa kisah perjalanan, biografi tokoh, atau berita yang sesuai dengan kondisi faktual.

Komponen Artikel

Artikel merupakan sebuah bentuk kepenulisan yang memiliki format tersendiri. Untuk menuliskan artikel harus memenuhi format yang tersusun atas beberapa komponen. Komponen yang ada pada artikel tersebut antara lain:

  • Judul: Penulisan judul bisa dilakukan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Menuliskan judul pada artikel juga tetap harus memenuhi aturan umum dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Judul artikel sebaiknya tidak ditulis terlalu panjang. Umumnya penulisan judul artikel ini terdiri dari 14 kata yang semuanya diawali dengan huruf kapital kecuali kata sambung.
  • Pendahuluan: Sama seperti penulisan pada umumnya, dalam menuliskan artikel juga harus diawali dengan pendahuluan. Pendahuluan ini bisa berupa latar belakang suatu kejadian atau gambaran singkat yang mendasari penulisan artikel tersebut. Umumnya besar pendahuluan ini terdiri dari tidak lebih dari 20% dari total keseluruhan artikel.
  • Bodi: Bodi artikel merupakan bagian yang memiliki proporsi paling banyak dalam penulisan artikel. Bila pendahuluan berisikan 20% dari total artikel, maka bodi artikel bisa mencapai 70% dari total artikel. Bodi artikel ini berisikan inti, cerita, pembahasan utama yang dibahas dalam artikel tersebut. Dalam menuliskan bodi artikel ini harus sesuai dengan fakta atau situasu yang sebenarnya.
  • Penutup atau Kesimpulan: Sisa 10% dari total artikel diisi oleh penutup atau bagian kesimpulan. Sama halnya dengan bentuk penulisan lainnya, bagian penutup atau kesimpulan ini berisikan ringkasan yang merangkum keseluruhan artikel. Penulis dapat memberikan tambahan komentar atau opini pada bagian ini.

Pengertian Esai

Esai juga merupakan sebuah bentuk kepenulisan yang ada di seluruh dunia termasuk juga di Indonesia. Penulisan esai ini umumnya berdasarkan dengan permasalahan tertentu yang dituliskan berdasarkan sudut pandang penulis. Sehingga secara tidak langsung, penulisan esai ini sangat subyektif.

Penulisan esai sebagian besar berisi opini atau pendapat sang penulis terhadap sebuah tema tertentu. Untuk membuat sebuah opini atau pendapat ini, tentunya sang penulis harus memahami tentang tema atau permasalahan tersebut dengan sangat baik. Sehingga opini atau pendapatnya yang ditulis dalam esainya ini bisa diterima oleh pembacanya.

Meski sangat subyektif, tetapi penulisan esai harus tetap berdasarkan fakta-fakta yang ada. Sehingga esai yang ditulis tersebut bukanlah sebuah karangan fiktif hasil imajinasi dari penulisnya.

Komponen Esai

Dalam menuliskan esai yang baik, ada format yang harus dipatuhi oleh penulisnya. Format tersebut memiliki beberapa komponen di dalamnya. Berikut ini beberapa komponen yang ada dalam esai sesuai format yang ada.

  • Pendahuluan: Sama halnya dengan bentuk penulisan lain, penulisan esai sendiri harus diawali dengan sebuah latar belakang. Latar belakang ini menjadi dasar mengapa esai dengan topik atau tema tertentu tersebut ditulis. Bagian latar belakang ini dikenal dengan bagian pendahuluan. Bagian pendahuluan ini bisa menceritakan tentang keadaan sebenarnya terkait topik atau tema yang diangkat.
  • Isi: Pada bagian isi esai ini penulis dapat memberikan opini, pendapat, atau pandangannya terkait dengan topik atau tema yang diangkat. Opini atau pendapat dari penulis ini sebaiknya tetap berdasarkan fakta atau data-data pendukung. Tujuannya agar opini atau pendapat dari penulis tersebut memiliki dasar yang valid.
  • Penutup: Pada bagian penutup dari esai, penulis bisa membuat rangkuman atau ringkasan dari apa yang sudah ditulis dalam esai tersebut. Rangkuman atau ringkasan ini juga bisa ditambahkan dengan kesimpulan dari total esai yang ditulis.

Perbedaan Artikel dan Esai

Dengan memahami konsep, pengertian, dan komponennya, terlihat jelas ada yang membedakan antara artikel dengan esai. Berikut ini adalah beberapa perbedaan artikel dan esai.

1. Tujuan Penulisan

Perbedaan artikel dan esai yang pertama dapat terlihat dari tujuan penulisannya. Artikel merupakan sebuah karya tulis yang ada pada koran, majalah, atau yang lebih modern pada website. Sementara esai lebih banyak diperuntukkan bagi ranah akademik. Sehingga artikel lebih umum dibandingkan dengan esai.

2. Sifat Tulisan

Sifat tulisan menjadi perbedaan artikel dan esai yang paling mudah. Penulisan artikel banyak mengangkat hal-hal informatif yang harus sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Penulis membeberkan pengalaman atau informasi valid yang dimilikinya ke dalam sebuah artikel. 

Sehingga artikel memiliki sifat tulisan yang sangat obyektif karena berdasarkan fakta yang sebenarnya. Lain halnya dengan esai yang isi tulisannya lebih banyak mengandung unsur opini atau pendapat dari sang penulis. 

Meski tetap berisikan fakta, namun kesan yang ditangkap dalam sebuah esai lebih banyak berupa argumen penulis terkait dengan topik atau tema yang diangkat. Oleh sebab itu, esai memiliki sifat tulisan yang sangat subyektif menurut pandangan sang penulis

3. Isi Tulisan

Dalam menuliskan artikel seringkali ditambahkan dengan infografis berupa grafik, tabel, atau statistik yang disajikan dengan sangat menarik. Hal ini tidak diperlukan dalam menuliskan esai. 

Namun sebagai gantinya, dalam menuliskan esai wajib untuk memberikan referensi sumber yang dicatut sebagai dasar mengeluarkan opini. Sementara artikel tidak membutuhkan bagian tersebut.

Baik artikel maupun esai sama-sama bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pembacanya. Namun, perbedaan artikel dan esai terdapat pada isi keseluruhan tulisan tersebut. Artikel merupakan bentuk tulisan yang sesuai fakta, sementara esai merupakan sebuah tulisan yang berisikan opini atau pendapat dari penulisnya.