Marketing Funnel

Pernahkah anda mendengan marketing funnel? Kalau Anda sudah pernah mempelajari tentang analisis pemasaran, mungkin sudah akrab dengan istilah “funnel”. Penasaran apa sebenarnya “funnel” itu dan fungsinya? Baca terus artikel ini hingga habis.

Apa itu Marketing Funnel?

Menurut definisi dari unbounce :

Marketing funnel adalah model yang menggambarkan berbagai tahap perjalanan calon pelanggan dari interaksi pertama dengan merek Anda hingga tujuan akhirnya (pembelian atau konversi).

Anda pasti ingin banyak pengunjung ke situs Anda. Saat mereka masuk bukan hanya melihat halaman depan atau sekedar lewat saja. Anda pasti ingin mereka melakukan sesuatu di sana, entah membeli produk, mendaftarkan diri sebagai member, atau paling tidak mengisi kuesioner. Kalau keinginan Anda terpenuhi, itulah yang dinamakan konversi. Pengunjung tidak cuma sekedar berselancar di situs, tetapi juga melakukan yang Anda inginkan.

Sebuah “funnel” dipahami sebagai rangkaian tahapan/proses yang dilewati pengunjung situs hingga akhirnya melakukan konversi.

Sebagai contoh adalah funnel-nya Amazon. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui pengunjungnya sebelum mereka membeli produk. Beginilah kira-kira:

  • Masuk ke situs Amazon.com
  • Melihat-lihat produk
  • Jika ada produk yang tertarik, masukkan ke dalam keranjang belanja
  • Kemudian pembelian

Sebenarnya ada beberapa tahapan lainnya disamping poin-poin di atas. Namun itu tidak begitu penting diperhatikan apabila kita berbicara tentang funnel pembelian. Misalnya, saat pengunjung melihat laman profil Amazon, mencari tahu kontak/customer service, atau mencari lowongan pekerjaan. Semua bagian itu tak perlu diperhitungkan karena bukan bagian dari proses menuju pembelian.

Mengapa serangkaian proses di atas disebut “funnel”? Begini ilustrasinya. Pertama-tama ada banyak pengunjung yang masuk ke situs Anda. Kemudian, masuk ke tahap berikutnya, jumlah mereka semakin berkurang. Ada yang kemudian keluar, sedangkan beberapa lanjut ke proses berikutnya. Di sini tentu saja jumlah pengunjung semakin berkurang dan mengerucut. Bahkan untuk mencapai proses akhir pembelian, dibutuhkan usaha-usaha pemasaran supaya orang-orang tadi tertarik hingga melakukan pembayaran.

Bagian atas dari funnel adalah para pengunjung situs Anda. Kemudian, hanya orang-orang yang tertarik untuk membeli hingga akhirnya mencapai bagian bawah funnel (proses akhir).

Sehingga saat ada orang bilang “lebarkan funnel-nya”, Anda tahu maksudnya ke mana. Mereka ingin menggencarkan pemasaran dengan tujuan untuk mendapatkan pelanggan baru, meningkatkan brand awareness, menarik pasar luar untuk masuk, dan sebagainya. Semakin banyak orang yang masuk, maka dibutuhkan funnel yang semakin besar.

Penggunaan funnel tidak sebatas untuk aktivitas pembelian atau pendaftaran member baru saja. Anda bisa menentukan sesuai yang Anda inginkan. Anda bisa menempatkannya di bagian situs di mana saja.

Di saat Anda sudah memiliki data tertentu, Anda bisa tahu sebenarnya apa yang menghalangi pengunjung untuk melakukan yang Anda inginkan. Dari situ Anda bisa mengevaluasi prosesnya dan mengoptimalkan funnel yang dimiliki. Mari kita bahas lebih dalam.

Mengapa Funnel Bermanfaat

Anda bisa tahu kenapa kehilangan pelanggan melalui laporan analisis funnel Anda.

Sebagai contoh SaaS, begini funnel-nya mereka:

  • Pengunjung masuk ke situs
  • Mendaftarkan diri untuk percobaan produk
  • Setelah itu, mereka bisa menggunakan produk tersebut
  • Dibutuhkan upgrade dengan cara membayar

Sekarang pertanyaannya, apakah seseorang bisa menggunakan produknya dulu tanpa harus membayar? Tidak selalu, tapi itu ide yang bagus. Anda bisa tahu apakah dengan keharusan membayar nantinya menjadi alasan pengunjung mengurungkan diri dari menggunakan produk Anda.

Penerapan Funnel dalam Kehidupan Nyata

Funnel sebenarnya ada dalam kehidupan sehari-hari pelanggan. Mari lihat dan bandingkan funnel toko retail dengan funnel ecommerce. Berikut adalah perbandingannya:

Funnel Toko RetailFunnel Ecommerce
Pelanggan masuk ke tokoPelanggan masuk ke dalam situs
Melihat-lihat produkMelihat-lihat produk pada laman situs
Mengambil produk yang diinginkan dan dimasukkan ke keranjang belanjaMenambahkan produk ke dalam keranjang belanja
Pelanggan selesai dan berjalan ke kasirMeng-klik “Checkout” atau “Selesai”
Sebelum keluar, menyelesaikan pembayaran dulu di kasirMelakukan pembayaran dengan meng-klik “Beli”

Melihat perbandingan di atas, funnel pada ecommerce seperti ini:

Funnel Konversi Ecommerce

1000 pengunjung situs

100% pengunjung –> Jumlah pengunjung situs

70% pengunjung –> Yang ada di laman pembelanjaan

35% pengunjung –> Menambahkan produk ke keranjang belanja

5% pengunjung –> Menyelesaikan pembelian produk

Baiklah, kini Anda sudah memahami apa itu funnel dan manfaatnya. Sekarang masuk ke pembahasan Google Analytics.

Cara Google Analytic Bekerja

Google Analytics memfasilitasi Anda untuk membuat sebuah funnel. Kita sudah membahas pada tulisan sebelumnya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat funnel di Google Analytics:

  • Google Analytics menyediakan funnel yang sederhana. Kalau Anda ingin mendapatkan data mendasar mengenai pengunjung dan tidak ingin terlalu mendalam, gunakan lah Google Analytics.
  • Sekalinya funnel Anda sudah terbentuk, Anda tidak dapat mengembalikannya. Saat itu juga data mulai mengalir masuk ke dalam funnel yang Anda buat.

Klik di sini untuk mempelajari Google Analytics lebih lanjut.

Kesimpulan

Setelah membahas beberapa hal, berikut adalah kesimpulannya:

  • Saat pengunjung masuk ke situs Anda dan melakukan hal yang Anda inginkan (misalnya mendaftar sebagai member, membeli produk, atau mengisi formulir, dan sebagainya), itulah yang dinamakan konversi.
  • Sebuah funnel digunakan untuk menganalisis setiap proses/tahapan menuju konversi tersebut. Misalnya, perusahaan ecommerce ingin pengunjungnya membeli produk mereka. Funnel-nya mereka akan seperti ini: mengunjungi situs > melihat-lihat produk > menambahkan produk ke keranjang belanja > menyelesaikan pembelian.
  • Adanya laporan funnel membuat Anda tahu di bagian mana orang-orang berhenti dan tidak lanjut ke tahapan konversi.
  • Google Analytics menyediakan funnel bagi Anda, ini adalah bagian dari software gratisnya Google Analytics.

 

 

GRATIS Join ProjasawebBelajar bersama ribuan marketer lainnya

Dapatkan info dan strategi marketing terbaru, untuk melejitkan bisnis anda

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GRATIS Join ProjasawebBelajar bersama ribuan marketer lainnya

Dapatkan info dan strategi marketing terbaru, untuk melejitkan bisnis anda