5 Konsep Pemasaran Menurut Para Ahli

konsep pemasaran

Konsep pemasaran perlu dipahami untuk pembuatan strategi yang tepat. Dalam menjalankan sebuah perusahaan pastinya pemahaman akan seluk beluk konsep pemasaran memang sudah sepatutnya diketahui. Hal ini sangat berkaitan erat dengan yang namanya keberhasilan perusahaan tersebut.

Panduan Pemasaran

Artikel ini merupakan bagian dari rangkaian artikel yang membahas Pemaasaran. Berikut ini daftarnya :

BAB 1 : Pengertian Pemasaran
BAB 2 : Pengertian Merek
BAB 3 : Konsep Pemasaran
BAB 4 : Strategi Pemasaran
BAB 5 : Jenis Strategi Pemasaran

Sebelum kita membahas lebih jauh mari kita lihat dulu kenapa konsep pemasaran itu diperlukan dalam bisnis anda.

Kenapa Konsep Pemasaran Diperlukan

Ketika anda ingin merancang strategi tentu yang terpikir buhan hanya semata-mata keuntungan. Karena merancang strategi berarti merencanakan untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan konsumen.

Perencanaan strategi tersebut paling tidak, harus mempertimbangkan tiga pihak yang memiliki kepentingan. Yaitu kepentingan organisasi bisnis anda, kepentingan pelanggan, serta kepentingan masyarakat. Seringkali, kepentingan-kepentingan ini saling bertentangan. Jika pertentangan ini tidak dicari titik temunya maka strategi yang nantinya dihasilkan tentu tidak terlalu baik.

Nah untuk itulah dihadirkan lima konsep pemasaran. Konsep inilah yang nantinya mendasari langkah-langkah organisasi dalam merancang dan melaksanakan strategi pemasaran mereka.

Konsep Pemasaran

Dalam bukunya yang berjudul Prinsip-Prinsi Pemasaran, Philip Kotler dari Northwestern University dan Gary Armstrong dari University of North Carolina memaparkan beberapa alternatif konsep pemasaran

Konsep Produksi

Konsep produksi (production concept) menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan harganya terjangkau. Karena itu, anda harus berfokus pada peningkatan efisiensi produksi dan distribusi. Dengan adanya peningkatan efisiensi produksi, maka harga akhir dapat ditekan sehingga konsumen akan mendapatkan penawaran yang terjangkau. Begitu juga dengan distribusi, setiap optimasi pada sisi produksi dapat menghasilkan dapat memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk anda. Dan selain itu distribusi yang baik dapat memangkas biaya, dan berujung pada harga yang terjangkau.

Konsep ini merupakan salah satu konsep tertua yang dipakai oleh para penjual. Namun konsep produksi ini tidak dapat dikatakan ketinggalan jaman, konsep ini masih dapat bermanfaat dalam beberapa situasi. Sebagai contoh, pembuat smartphone dari Cina mendominasi pasar smartphone global. Mereka akan sangat kompetitif dan sensitif terhadap harga, baik itu upah buruh yang rendah, efisiensi produksi yang tinggi, dan distribusi massal.

Catatan :

Meskipun demikian, walaupun berguna dalam beberapa situasi, konsep produksi memiliki efek samping. Efek sampingnya adalah bisa menyebabkan rabun jauh pemasaran. Perusahaan yang menerapkan konsep ini akan berisiko karena terlalu memfokuskan pada operasi mereka sendiri. Ketika suatu bisnis terlalu fokus pada diri mereka sendiri, maka mereka akan kehilangan pandangan terhadap tujuan mereka yang sebenarnya. Yaitu memuaskan kebutuhan dan membangun hubungan dengan pelanggan. 

Contoh :

Pada bisnis pakaian, melakukan efisiensi produksi mampu menekan harga. Lalu melakukan dengan optimasi distribusi akan membuat produk pakaian menjadi mudah ditemukan konsumen. Namun ada potensi munculkan masalah. Karena tidak semua konsumen memerlukan harga yang terjangkau, dan persaingan pada harga produk akan memangkas keuntungan dari bisnis itu sendiri.

Konsep Produk

Konsep produk (product concept) menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan kualitas, kinerja, dan fitur inovatif yang terbaik. Selalu memberikan produk dengan mutu terbaik.

Berdasarkan konsep ini, strategi pemasaran berfokus pada perbaikan produk yang berkelanjutan. Jika dilakukan dengan benar maka akan menghasilkan produk yang sangat baik. Kualitas dan peningkatan produk adalah bagian yang penting dalam sebagian besar strategi pemasaran. Namun, apakah konsep ini menjamin bisnis anda dapat berjalan lancar?

Catatan :

Bisnis yang menggunakan konsep ini cendrung akan memfokuskan diri hanya pada produk perusahaan.  dapat menyebabkan rabun jauh pemasaran.

Contoh :

Sebagai contoh, beberapa produsen percaya bahwa jika mereka dapat “membuat jebakan tikus yang lebih baik, maka pasti bisnis mereka akan lancar dan terus meningkat.” Tetapi mereka akan terkejut. Kenyataannya para pembeli mungkin mencari solusi yang lebih baik terhadap masalah tikus. Mereka tidak mencari jebakan tikus yang lebih baik. Tapi solusi yang lebih baik bisa berupa semprotan zat kimia, jasa pemusnahan, atau sesuatu yang bekerja lebih baik daripada jebakan tikus. Akibatnya membuat jebakan tikus yang lebih baik tidak akan menghasilkan penjualan. Produsen harus berinovasi dengan konsep pemasaran yang lebih baik.

Konsep Penjualan

Konsep penjualan (selling concept) menyatakan bahwa konsumen tidak akan membeli produk perusahaan kecuali jika produk itu dijual dalam skala penjualan besar serta dengan usaha promosi yang besar pula.

Konsep penjualan ini, biasa diterapkan pada produk atau jasa non primer. Produk yang bukan kebutuhan pokok sehingga tidak dicari-cari. Contoh produknya seperti seperti asuransi.

Industri-industri ini harus melacak prospek dan menjual produk berdasarkan manfaat produk. Meskipun demikian, penjualan agresif seperti itu mengandung risiko tinggi.

Selanjutnya dalam buku tersebut Philip Kotler menyatakan bahwa konsep ini menitikberatkan penciptaan transaksi penjualan. Dan bukan pembangunan hubungan pelanggan jangka panjang yang menguntungkan.

Tujuannya sering berkisar pada cara menjual produk yang dihasilkan perusahaan dan bukan membuat produk yang diinginkan pasar.

Konsep ini mengasumsikan bahwa pelanggan yang terbujuk untuk membeli produk itu akan menyukainya. Atau, jika pelanggan tidak menyukai produk itu, mereka akan melupakan kekecewaan mereka dan membelinya lagi nanti.

Asumsi ini adalah asumsi yang buruk.

Konsep Pemasaran

Konsep keempat adalah konsep pemasaran (marketing concept). Philip Kotler dan Gary Armstrong menyatakan bahwa dalam konsep ini pencapaian tujuan organisasi tergantung pada pengetahuan akan kebutuhan dan keinginan target pasar dan memberikan kepuasan yang diinginkan dengan lebih baik daripada pesaing.

Berdasarkan konsep ini, fokus dan nilai pelanggan adalah jalan menuju penjualan dan keuntungan.

Alih-alih filosofi “membuat dan menjual” yang berpusat pada produk, konsep pemasaran adalah filosofi “merasakan dan merespons” yang berpusat pada pelanggan.

Konsep ini memandang pemasaran bukan sebagai “kegiatan berburu” tetapi sebagai “kegiatan berkebun.” Pekerjaan yang harus dilakukan bukanlah menemukan pelanggan yang tepat bagi produk Anda, tetapi menemukan produk yang tepat bagi pelanggan Anda.

Konsep penjualan mempunyai perspektif dari dalam ke luar. Konsep ini dimulai dari pabrik, dengan titik berat pada produk perusahaan yang sudah ada, dan melakukan penjualan dan promosi besar-besaran untuk meraih penjualan yang menguntungkan.

Fokus utama konsep ini terletak pada usaha untuk menaklukkan pelanggan—melakukan penjualan jangka pendek dengan tidak terlalu memperhatikan siapa yang membeli atau mengapa ia membeli.

Sebaliknya, konsep pemasaran mempunyai perspektif dari luar ke dalam. Seperti yang dikatakan Herb Kelleher, CEO Southwest Airlines, “Kami tidak mempunyai departemen pemasaran; kami mempunyai departemen pelanggan.”

Salah satu eksekutif Ford pernah berucap, “Jika kami tidak digerakkan oleh pelanggan, begitu juga mobil kami.”

Konsep pemasaran dimulai dengan pasar yang terdefinisi dengan baik, fokus pada kebutuhan pelanggan, dan mengintegrasikan semua kegiatan pemasaran yang mempengaruhi pelanggan.

Sebagai imbalannya, pemasaran mencapai keuntungan dengan menciptakan hubungan yang langgeng dengan pelanggan yang tepat, berdasarkan nilai dan kepuasan pelanggan.

perbedaan konsep pemasaran dan konsep penjualan
perbedaan konsep pemasaran dan konsep penjualan

Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial

Konsep pemasaran berwawasan sosial dalam bahasa inggris disebut societal marketing concept. Konsep ini mempertanyakan apakah konsep pemasaran murni sudah memperhatikan kemungkinan konflik antara keinginan jangka pendek konsumen dan kesejahteraan jangka panjang konsumen.

Konsep pemasaran berwawasan sosial adalah prinsip pemasaran yang menyatakan bahwa perusahaan harus mengambil keputusan pemasaran yang baik dengan memperhatikan keinginan konsumen, persyaratan perusahaan, kepentingan jangka panjang konsumen, dan kepentingan jangka panjang masyarakat.

Apakah perusahaan yang mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan target pasar selalu melakukan yang terbaik bagi konsumen dalam jangka panjang?

Konsep pemasaran berwawasan sosial menyatakan bahwa strategi pemasaran harus dapat memberikan nilai bagi pelanggan dalam cara yang mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

Perhatikan industri makanan siap saji. Anda mungkin memandang rantai industri makanan siap saji raksasa saat ini sebagai industri yang menawarkan makanan enak dan lezat dengan harga yang murah.

Tetapi banyak ahli gizi konsumen dan kelompok lingkungan yang menyuarakan keprihatinan. Mereka menunjuk pembuat makanan siap saji tidak sehat. dan dapat berdampak buruk jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.

Pengertian Konsep Pemasaran

Menurut Basu Swastha dan Hani Handoko (2002:17) dalam bukunya menyatakan bahwa

Konsep Pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Dari pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa semua kegiatan yang dilakukan sebuah perusahaan harus difokuskan untuk konsumen. Dengan kata lain, kepuasan sekaligus kebutuhan konsumen adalah hal yang diprioritaskan. Pencapaian konsep pemasaran ini dilakukan dengan membuat rumusan keinginan dan kebutuhan konsumen itu sendiri.

Dalam menyusun sebuah produk ataupun jasa yang sesuai dengan keinginan konsumen, maka perusahaan harus menyusun berbagai kebijakan. Perusahaan harus mempertimbangkan permasalahan harga, produk sekaligus distribusi yang sesuai dengan sasaran konsumen. 

Dari pengertian di atas serta merujuk pada berbagai pendapat tentang konsep pemasaran yang diungkapkan para ahli, maka bisa disimpulkan jika konsep pemasaran mencangkup beberapa hal seperti:

Kebutuhan

Konsep pemasaran yang sangat pokok dan fundamental adalah kebutuhan. Disebutkan bahwa kebutuhan itu sendiri merupakan keadaan yang sangat memerlukan pemenuhan seperti halnya perumahan, pakaian, rasa aman, harga diri dan juga kasih sayang.

Keinginan

Untuk seluk beluk konsep pemasaran yang selanjutnya sangat berkaitan dengan keinginan. Dalam hal ini, keinginan selalu menyangkut apa yang dibutuhkan oleh manusia seperti halnya kebutuhan yang kemudian dibentuk dari pribadi seseorang sekaligus juga budaya.

Permintaan

Disebutkan bahwa setiap manusia memiliki berbagai keinginan sekaligus kebutuhan yang sangat tidak terbatas. Sayangnya, sumber daya untuk mencukupinya sangatlah terbatas. Dengan adanya kondisi semacam itu, maka tidak mengherankan jika dalam seluk beluk konsep pemasaran manusia lebih cenderung memilih produk yang memberikan kepuasan maksimal.

Keinginan manusia yang dimiliki saat ini akan berubah menjadi suatu permintaan ketika diimbangi dengan daya beli. Secara singkat, permintaan merupakan sebuah kebutuhan yang dimiliki manusia dengan didukung oleh adanya daya beli.

Produk

Produk diartikan sebagai sesuatu yang kemudian bisa ditawar oleh pihak pasar yang nantinya akan bisa dimiliki, dikonsumsi dan juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan ataupun keinginan.

Disebutkan bahwa produsen sangat diwajibkan untuk tahu apa yang benar-benar diinginkan oleh konsumen. Selanjutnya, dengan menyediakan produk yang sesuai dengan permintaan konsumen, maka akan tercapai suatu kepuasan tersendiri pada konsumen dan juga produsen.

Pertukaran

Kegiatan pemasaran akan terjadi jika seseorang mencoba untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan melalui kegiatan pertukaran. Pertukaran ini dilakukan demi mendapatkan barang dan juga jasa yang diinginkan dengan terjadinya transaksi sebagai balas imbalnya.

Transaksi

Dalam seluk beluk konsep pemasaran, terdapat kegiatan transaksi yang di dalamnya mencangkup suatu pertukaran dan melibatkan dua belah pihak di dalamnya. Kegiatan transaksi ini setidaknya melibatkan dua jenis barang yang memiliki nilai seimbang. Selain itu juga melibatkan waktu, tempat dan syarat yang disepakati bersama.

Pasar

Konsep sebuah pasar selalu merujuk pada konsep transaksi yang ada. Dalam hal ini, pasar merupakan himpunan pembeli potensial serta pembeli nyata atas produk yang ditawarkan.

Menurut Kotler (2005:11), seluk beluk konsep pemasaran selalu berkaitan dengan yang namanya keinginan dalam mewujudkan tujuan suatu organisasi secara efektif. Tindakan ini dilakukan dengan mengkombinasikan kegiatan pemasaran sehingga akan tercipta kepuasan atas kebutuhan pasar yang sesuai dengan sasaran.

Kotler dan Amstrong (2012:10) menyebutkan bahwa pada hakikatnya konsep ini menitikberatkan pada kebutuhan atas konsumen itu sendiri. Dari persepsi semacam ini bisa ditarik kesimpulan jika sudut pandang dari konsep ini adalah dari luar ke dalam. Dalam hal ini seseorang akan mempelajari apa yang memang sedang dibutuhkan oleh konsumen bukan mencari konsumen yang membutuhkan produk tersebut.

Tiga Faktor Terkait Konsep Pemasaran

Merujuk pada Swastha:1996, terkait konsep pemasaran ada tiga faktor penting yang perlu diketahui diantaranya adalah sebagai berikut.

Orientasi konsumen

Ketika sebuah perusahaan ingin menomersatukan kepuasan konsumen, maka dalam seluk beluk konsep pemasaran akan menerapkan berbagai hal berikut ini.

    1. Menentukan kebutuhan yang memang diperlukan oleh pihak pembeli untuk kemudian dipenuhi
    2. Membidik kelompok pembeli tertentu sebagai suatu sasaran dalam proses penjualan
    3. Menentukan program sekaligus juga produk pemasarannya
    4. Melakukan penelitian terhadap konsumen untuk menilai, mengukur sekaligus menafsirkan keinginan dari calon konsumen
    5. Menentukan sekaligus juga menerapkan strategi terbaik yang memprioritaskan mutu terjamin, harga terjangkau serta model yang sangat menarik
    6. Melakukan koordinasi serta integrasi dalam sebuah perusahaan

Ketika perusahaan menginginkan untuk mendapatkan hasil optimal kaitannya dengan seluk beluk konsep pemasaran, maka sangat disarankan untuk menggabungkan berbagai elemen pemasaran. Pastikan untuk menghindari adanya sebuah pertentangan antara perusahaan dengan pasar karena hal ini justru akan menimbulkan permasalahan.

Untuk mengoptimalkan dalam kegiatan pemasaran ini, sangat penting menunjuk seseorang yang akan bertanggungjawab semua kegiatan pemasaran. Orang tersebut nantinya akan diposisikan sebagai manager pemasaran. Dengan demikian, terkait seluk beluk konsep pemasaran, semua orang nantinya akan terkoordinir sehingga akan memberikan kepuasan tersendiri hingga tujuan perusahaan bisa tercapai.

Memperoleh laba dari kegiatan pemuasan konsumen

Tidak dipungkiri lagi bahwa tujuan utama berdirinya sebuah perusahaan adalah untuk mencari laba atau keuntungan. Dengan didapatnya laba dalam jumlah besar, perusahaan akan bisa bekembang lebih pesat dan berbagai inovasi produkpun akan dilakukan untuk memberikan kepuasan tersendiri bagi konsumen.

Strategi pemasaran

Terlepas dari seluk beluk konsep pemasaran, strategi pemasaran merupakan cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Merujuk pada pendapat yang diungkapkan oleh Swastha bahwa strategi pemasaran merupakan rancangan sekaligus gambaran umum bagaimana sebuah perusahaan tersebut bisa beroperasi demi mencapai tujuannya.

Baik itu usaha kecil maupun bersar, strategi pemasaran memegang peranan yang sangat penting. Namun jika dibandingkan antara kedua jenis usaha tersebut, bisa dilihat bahwa usaha kecillah yang justru akan bisa memberikan pertumbuhan yang maksimal atas pendapatan masyarakat itu sendiri.

Konsep pemasaran yang mencangkup kegiatannya ini tidak hanya berfokus pada bagaimana mencapai target pasar. Akan tetapi juga berfokus bagaimana konsumen berkenan mengemballikannya dalam bentuk lain. Selain itu, tindakan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan secara maksimal hingga memberikan kepuasan akan mewujudkan anggapan jika visi, misi dan juga tujuan dari perusahaan tercapai.

Evolusi Konsep Pemasaran

Berbicara mengenai konsep yang kekinian terkait dengan seluk beluk konsep pemasaran, disebutkan bahwa perusahaan akan mengarahkan kegiatan pemasaran pada tahapan evolusi tertinggi yang cenderung merujuk pada konsep pemasaran holistic atau holistic marketing concept. Tindakan pemasaran ini tidak berfokus pada keuntungan saja, melainkan juga pemenuhan kebutuhan konsumen juga.

Selain itu, kegiatan pemasaran nantinya tidak akan menjadi tanggungjawab bagian marketing saja, melainkan juga semua bagian perusahaan. Pasalnya semua bagian perusahaan memiliki andil dalam mengendalikan misi, visi sekaligus juga tujuan dari perusahaan.

Masih berkaitan akan konsep pemasaran, maka sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Amstrong (2012:16) menyatakan bahwa pelanggan yang bisa dipertahankan dalam waktu yang lama nantinya akan diberikan layanan dengan sangat baik dan berusaha untuk tidak kehilangan mereka.

Sedangkan menurut Kotler dan Amstrong (2012:12) tentang seluk beluk konsep pemasaran menyatakan bahwa strategi pemasaran yang berfokus pada pelanggan akan lebih memikirkan pelanggan manakah yang harus dilayani dan bagaimana cara melayaninya. Dengan cara ini, perusahaan dituntut untuk mampu mengembangkan rencana pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Saat sebuah perusahaan menerapkan konsep pemasaran holistic, maka semua produk yang dihasilkan merujuk pada sudut pandang yang luas. Tentu saja dengan cara ini maka perusahaan akan dituntut membangun sebuah hubungan yang baik dengan semua komponen dalam perusahaan tersebut. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *