Kelebihan dan Kekurangan Reseller

Mengetahui kelebihan dan kekurangan reseller merupakan hal penting bagi anda. Berbisnis adalah kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Kegiatan berbisnis itu sendiri juga banyak macamnya, yang paling banyak dan umum dilakukan masyarakat adalah berjualan. Menjual sebuah barang atau produk maupun jasa bisa dilakukan dimana saja baik secara online maupun offline. Cara jualan pun bermacam-macam, bisa produksi sendiri atau menjadi reseller.

Menjadi reseller artinya Anda menjual produk atau barang milik orang lain atau dengan kata lain tidak melakukan kegiatan produksi sendiri. Dengan menjual produk dari brand/merek lain yang sudah terkenal, penjualan pun akan lebih stabil karena sudah dikenal luas. Banyak sekali online shop yang berjualan secara online menawarkan berbagai macam produk mulai dari produk fashion, kesehatan, kecantikan dan lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan Reseller

Kelebihan Reseller

Banyak orang yang mendambakan atau ingin memiliki bisnis yang bisa menghasilkan keuntungan banyak. Namun, tak semua orang memiliki cukup modal untuk membuat dan memproduksi sebuah produk layak jual. Meski begitu, saat ini memulai bisnis sudah semakin mudah karena semua orang bisa berbisnis meski tak memiliki banyak modal. Solusi yang bisa dilakukan yaitu menjual barang dari produsen atau supplier.

Supplier/produsen adalah mereka mampu memproduksi barang untuk dijual dan distribusi atau penjualannya bisa dilakukan oleh siapa saja dengan sistem reseller. Nah, berikut ini beberapa kelebihan yang akan didapatkan dengan memulai bisnis menggunakan sistem reseller, antara lain:

  • Tidak Harus Memproduksi Barang Sendiri

Salah satu kendala yang mungkin dirasakan oleh calon pelaku bisnis adalah tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi barang sendiri. Hal ini bisa disebabkan karena kurangnya dana/modal ataupun memang tidak memiliki skill produksi. Hal ini sering kali membuat beberapa orang gagal memulai bisnis yang mereka idam-idamkan selama ini.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena dengan menggunakan sistem reseller, maka tidak perlu memproduksi barang sendiri. Semua produk sudah diproduksi atau tersedia di supplier, tugas Anda hanya membeli kepada supplier dan menjualnya kembali kepada konsumen. Dengan begitu, bisnis jualan yang Anda inginkan bisa segera dilakukan meski tak bisa melakukan produksi barang.

  • Modal yang Dibutuhkan Tidak Banyak

Berbicara mengenai bisnis, hal pertama yang tersirat dalam pikiran Anda pasti kebutuhan modal. Nah, jika Anda menjadi seorang reseller dari merek atau brand tertentu, maka tidak perlu modal yang besar untuk memulai bisnis. Hal ini karena Anda tidak perlu melakukan kegiatan produksi yang membutuhkan modal besar untuk membeli peralatan dan lain sebagainya.

  • Teknik Jualan Bisa Secara Online Atau Offline

Menjual produk dari brand lain atau menjadi reseller pun bisa dilakukan secara online atau offline, jadi tidak ribet. Jika memang tidak memiliki tempat untuk berjualan, maka lebih baik buka toko online. Anda bisa membuat website, memanfaatkan media sosial atau marketplace yang sudah banyak tersedia di internet. Pemasaran pun bisa dilakukan secara online agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen dan pelanggan.

  • Produk Sudah Dikenal Luas oleh Konsumen

Dengan menjadi reseller dari suatu brand terutama yang sudah terkenal, penjualan Anda bisa stabil dan meningkat. Hal ini karena produk-produk dari brand tersebut sudah lebih dulu dikenal oleh masyarakat. Menjual produk dari brand terkenal memang relatif lebih mudah daripada Anda membuat brand sendiri dan harus memulai dari awal. Teknik pemasaran yang dilakukan pun harus ekstra jika harus mengenalkan produk baru.

  • Risiko Kerugian Bisnis Relatif Lebih Kecil

Dengan tidak memproduksi barang sendiri, artinya Anda juga jauh dari kerugian karena stok barang bisa Anda atur seberapa banyak. Jika memproduksi sendiri dan kurang laku, maka Anda rugi dua kali karena produknya tidak terjual dan peralatan produksi juga terbengkalai. Jadi, sebelum berbisnis lebih baik rencanakan dulu dengan matang tentang siapa target pasar, produk apa yang akan dijual dan berapa banyak yang dibutuhkan.

Kekurangan Reseller

Melihat berbagai macam kelebihan atau keuntungan yang akan didapatkan dari sistem reseller, Anda pasti langsung tergiur untuk berjualan. Bagaimana tidak, dengan modal kecil pun Anda bisa langsung membuka usaha dan meraup keuntungan yang besar tanpa harus memproduksi barang. Namun, jangan terburu-buru dalam mengambil tindakan, terutama dalam berbisnis karena ada banyak yang perlu diperhatikan.

Nah, salah satu hal yang perlu Anda ketahui adalah mengenai kekurangan dari bisnis reseller. Hal ini akan membantu Anda membuka pikiran lebih luas untuk lebih memahami bagaimana sistem kerja reseller. Jadi, suatu hari saat memutuskan membuka usaha, Anda bisa merencanakan dengan matang untuk menghindari kekurangan dan kerugian yang mungkin terjadi.

  • Banyak Saingan atau Kompetitor

Menjadi reseller dari brand atau merek yang sudah terkenal luas biasanya tantangannya lebih sulit. Hal ini karena ada banyak kompetitor atau saingan bisnis yang menjual produk dari brand yang sama.

  • Terkadang, Keuntungan/Laba Relatif Kecil

Tidak semua supplier menawarkan harga grosir yang menguntungkan bagi reseller yang bergabung dengan mereka. Beberapa brand hanya memberikan selisih harga yang kecil untuk harga grosir sebuah produk. Pada akhirnya, para reseller pun hanya mendapatkan sedikit keuntungan atau laba dan membutuhkan waktu lama untuk balik modal.

Hal ini juga bisa memicu para reseller menjual produk dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar. Namun, hal itu juga bisa menjadi senjata makan tuan bagi supplier karena perang harga antar reseller yang tidak stabil. Konsumen atau pelanggan pun akan pergi dan tidak tertarik lagi dengan produk mereka.

Nah, itulah informasi seputar kelebihan dan kekurangan reseller. Jika Anda tertarik, sebaiknya cari informasi yang banyak sebelum benar-benar memulai bisnis reseller. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment