Apa Itu Internal Links? Apa Manfaatnya Bagi SEO

internal links

Apa itu internal links? Internal link merupakan salah satu dari teknik SEO yang biasa diterapkan untuk mengoptimasi website atau blog. Cara ini memang cukup memakan waktu, tetapi internal link masih sangat bermanfaat untuk diterapkan.

Diperlukan juga untuk melakukan internal link, agar pengunjung bisa mengetahui artikel lain yang berkaitan dengan artikel yang sedang pengunjung baca. Jadi, pengunjung akan lebih nyaman berlama-lama di dalam blog Anda.

Apa Itu Internal Links?

Internal links adalah link (tautan) yang mengarah pada target domain yang sama dengan domain tempat tautan itu berada.

Pengertian internal links di atas saya ambil dari moz.com. Dapat juga dikatakan sebagai artikel yang di link ke artikel lainnya. Hal ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi bounce rate.

Dengan menurunnya bounce rate, artinya Google menilai bahwa blog Anda berkualitas karena membuat pengunjung bisa berlama-lama membaca artikel di blog Anda. Jika bounce rate tinggi maka artinya pengunjung merasa bosan dengan artikel yang sudah kalian publish sehingga berpaling meninggalkan blog Anda.

Apa Manfaat Internal Links?

Mengingat internal link adalah tautan (link) yang mengarah dari suatu halaman ke halaman lain di website yang sama. Ada 3 tujuan utama dari link dalam website:

  • Memudahkan navigasi pengunjung
  • Membentuk struktur website
  • Mendistribusikan otoritas ke halaman lain website

Jadi, kalau di website Anda ada satu halaman yang memiliki otoritas tinggi karena backlink, Anda bisa mendistribusikan kekuatannya ke halaman lain. Inilah pentingnya internal link.

Jika Anda sudah membaca pengertian internal link di atas, pasti Anda sudah mengerti ya apa manfaat yang dihasilkan dari teknik SEO ini. Semakin banyak halaman yang di akses oleh pengunjung, maka semakin baik pula website atau blog tersebut di pandangan Google atau mesin pencari.

Nantinya, Google akan lebih banyak meng-index halaman blog dan artikel yang Anda buat. Dan ini akan berdampak baik juga bagi kesehatan blog, karena blog akan lebih sering muncul di hasil pencarian.

Cara Membuat Internal Links

Jangan langsung membuat internal link tanpa tahu aturan apa saja yang berlaku. Berikut ini aturan membuat internal link:

  1. Artikel yang dijadikan internal link adalah artikel yang berkaitan dengan artikel yang sedang dibahas.
  2. Gunakan maksimal 3 internal link di dalam satu postingan artikel, karena jika lebih dari 3 akan dianggap spam oleh Google.
  3. Menggunakan anchor text yang unik sehingga pengunjung mau untuk klik ke halaman berikutnya. Anchor text di sini adalah potongan teks berisi tautan yang dapat diklik. Bentuknya cukup berbeda dari teks biasa. Di mesin pencarian umumnya, anchor text berwarna biru atau berupa teks yang digarisbawahi. Teks berfungsi sebagai informasi baik untuk pengguna maupun mesin pencari mengenai tautan website yang dilampirkan.

Strategi Membuat Internal Links

  • Membangun Struktur Ideal

Bayangkan website Anda sebagai sebuah piramid. Posting konten terbaik dan terpenting milik Anda di bagian atas piramid yakni homepage. Semakin bawah, maka semakin umum konten yang Anda tampilkan. Di bawah homepage, Anda dianjurkan membuat konten yang mengandung banyak link. Istilah dari konten tersebut adalah cornerstone content. Struktur piramid tersebut akan membantu Google menentukan konten dengan topik yang sama.

  • Jangan Lupa untuk Menaruh Link di Posisi Atas

Agar mudah dilihat dan dikenali, taruhlah link di posisi atas halaman. Siapapun yang mengunjungi website Anda, termasuk Google akan melihat link yang muncul pertama kali. Hal tersebut akan memudahkan Google untuk mengidentifikasi link yang Anda cantumkan tersebut adalah link yang penting.

Nantinya akan menjadi hal yang percuma jika Anda sudah membangun postingan dengan internal link yang banyak tetapi sulit atau gagal ditemukan.

  • Mencantumkan Link pada Kategori

Anda dapat membuat pengkategorian konten berdasarkan topik atau pertimbangan tertentu. Namun, jangan lupa untuk mencantumkan link tersebut pada kategori-kategori konten. Biasanya orang menampilkan kategori tersebut di posisi sidebar.

Hal tersebut membuat pengkategorian dan tags pada link internal akan membuat halaman lebih terstruktur. Tentu hal tersebut juga akan membuat Google dan pengunjung mudah menjelajahi konten dengan topik yang sama.

  • Membuat Link pada Postingan Populer

Untuk meningkatkan perhatian pengunjung terhadap link lama, Anda dapat mencantumkannya pada postingan terbaru. Dengan menggunakan cara tersebut, link lama akan berpotensi dikunjungi kembali dan membuatnya lebih hidup. Selain itu Anda bisa membuat kategori link populer lalu mencantumkannya di bagian header atau footer. Dengan begitu, orang akan mudah menemukan postingan populer Anda.

  • Membuat Link pada Postingan yang Saling Berhubungan

Untuk membuat link, konten atau postingan harus saling terhubung berdasarkan kesamaan konten, Anda dapat melakukannya secara manual atau secara otomatis. Namanya saja manual, Anda membutuhkan usaha tambahan untuk membuat link tersebut saling terhubung. Mau cara yang lebih mudah dan bahkan hampir otomatis? Anda bisa menggunakan plugin internal linking.

  • Maksimalkan Anchor Teks dengan Baik

Ketika Anda sudah menemukan link atau halaman dimana link akan Anda taruh, langkah selanjutnya adalah menggunakan anchor teks. Dalam pengertian yang mudah dimengerti dan sederhana, anchor teks adalah teks yang sudah diberikan link atau dengan kata lain, teks yang bisa diklik.

Anda tentu pernah melihat teks yang diwarnai berbeda biasanya warna biru dan memiliki garis bawah. Teks tersebut akan mengantar Anda ke konten lain jika diklik.

Anchor Text yang baik adalah:

    1. Menggunakan keyword atau anchor teks yang relevan dengan link.
    2. Letak anchor teks harus natural, jangan memaksa apalagi tidak nyambung dengan teks/topik.
    3. Tetap pada strategi White Hat SEO dengan tidak menggunakan keyword yang sama untuk seluruh anchor teks (keyword stuffing). Saat ini, trik tersebut sudah tidak berlaku, bahkan dapat membuat Anda kena penalty atau hukuman.

Well, bagi Google, keberadaan internal links membuat mereka mampu melihat isi konten, hubungan dengan konten dan website lain, serta penilaian kualitas konten. Link yang Anda cantumkan tidak boleh asal link. Google tidak hanya menilai berdasarkan kuantitas link, melainkan juga berdasarkan relevansi dan kualitas link. Semakin baik jaringan link yang Anda buat maka semakin besar nilai penilaian dari Google. Imbasnya, artikel Anda bisa masuk ranking teratas search engine.

Ada usaha ada hasil, internal links ini memang tidak memberikan hasil yang instan. Namun, jika dilakukan dengan benar, salah satu usaha digital marketing satu ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi yang menerapkan. Di dunia SEO, internal links dapat memberikan pengaruh dan dampak yang baik. Alih-alih menggunakan cara curang lebih baik gunakan cara yang benar dan nantinya nikmati hasilnya dengan puas.

Setelah mengetahui apa itu internal links, maka saatnya anda maksimalkan website atau blog Anda menggunakan internal links sehingga bisa berada di ranking atas mesin pencari.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via