Apa Itu Copywriting : Belajar Jadi Copywriter 2019

Apa itu copywriting? Satu hal yang pasti bahwa copywriting sangat penting demi kesuksesan secara online di era digital seperti sekarang. Desain, content marketing, SEO, SEM, SMM, SMO dan bahkan growth hacking – semuanya adalah bagian dari perencanaan digital marketing. Dan yang perlu diingat bahwa semua teknik tersebut tak akan berjalan lancar tanpa copywriting.

Copywriting bisa jadi salah satu unsur pemasaran yang paling sedikit diminati, paling sedikit mendapat perhatian. Dan bisa jadi juga paling kecil take-home-pay nya jika dibanding negara tetangga (klo ini cuma dugaan saya saja hehe).

Namun jika anda berniat mengembangkan bisnis anda, maka copywriting adalah kewajiban. Copywriting memegang peranan penting dalam content marketing. Dan menurut Demand Metric, dengan content marketing anda dapat memangkas biaya marketing sebesar 62% dan menghasilkan leads tiga kali lebih banyak.

Apa Itu Copywriting?

Bicara pengertian, maka ada baiknya kita coba telusuri artinya bagian per bagian. kata copywriting terdiri atas dua kata yaitu copy dan writing.

Copy artinya konten berupa kata-kata yang dibuat dengan tujuan pemasaran. Konten tersebut bisa saja anda temukan di halaman web, sosial media, tagline, atau dalam bentuk lain. Jadi copy itu dapat diaplikasi dalam banyak bentuk. Jika copy itu dibacakan, misalnya dalam sebuah iklan maka bentuknya menjadi suara bukan lagi teks. Copy ini bukanlah copy yang berarti salinan.

Lalu copywriting merupakan teknik yang digunakan untuk membuat copy.

Sedangkan copywriter adalah orang yang membuat copy.

Nah kesimpulannya, untuk arti dari copywriting, mari kita ambil pengertian dari CopyBlogger yang merupakan salah satu agensi yang fokus terhadap bidang ini.

Copywriting adalah seni sekaligus ilmu pengetahuan dalam memilih dan merangkai kata-kata (baik tertulis atau lisan) yang membuat orang mengambil tindakan yang kita inginkan.

Dapat dikatakan, copywriting ibarat mempekerjakan seorang salesman untuk mempromosikan produk kepada semua konsumen. Yang membedakan adalah, jika tim penjualan hanya dapat berhubungan dengan satu per satu konsumen, maka copywriting dapat langsung berhadapan dengan banyak konsumen sekaligus melalui billboards, iklan di majalah, email berisi sales letter, postingan blog, dan lain-lain.

Siapa yang Butuh Panduan Ini?

Panduan ini dituliskan bagi para pengusaha, orang-orang yang memulai bisnis, para marketers, para bloggers, atau siapa pun yang diharuskan untuk menulis copywriting dengan sasaran pembaca yang luas agar bisa meningkatkan angka penjualan. Serta petunjuk ini juga disusun bagi semua orang yang menuliskan copywriting demi meningkatkan penjualan secara online atau ingin mendapatkan lebih banyak followers.

Sebenarnya 

Bagaimana Cara Menggunakan Panduan Ini?

Setiap bab berdiri sendiri dan dapat dibaca secara terpisah, tapi demi mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya bacalah secara utuh, lengkap dengan latihannya, serta gunakan juga sebagai petunjuk dan referensi jika dibutuhkan.

Bab Satu: Membuat Dasar Pondasi yang Kokoh

Untuk memulai, diperlukan untuk membuat dasar pondasi yang kokoh dengan membuat katalog berisikan kelebihan produk, apa saja fitur kelengkapannya, dan siapa saja target konsumennya. Bab ini akan menuntun setiap langkah demi langkah dalam proses bagaimana untuk melakukan riset awal yang akan menjadi dasar dalam menuliskan copywriting.

Bab Dua: Bagaimana Agar Memahami Konsumen dan Menuliskan Copywriting yang Lebih Berbobot

Sebagai tambahan dalam menentukan sasaran konsumen pada bab pertama, riset lebih jauh akan menunjukkan bagaimana cara dalam menuliskan copywriting yang dapat lebih menarik bagi target konsumen. Ini termasuk melakukan survei sederhana agar lebih bisa memahami prospek dan belajar mengenai bagaimana para konsumen ini mendeskripsikan produk atau jasa yang ditawarkan.

Bab Tiga: Cara Menuliskan Judul, Bagaimana Menuliskan Judul yang Dapat Langsung Menarik Perhatian

Para copywriters kerap kali mengatakan tentang betapa pentingnya judul yang bisa menarik perhatian. Bab ini akan menjelaskan kenapa judul itu sangat penting dan akan menuntun pada empat U tentang bagaimana menuliskan judul yang dapat menarik perhatian.

Bab Empat: 4 Rahasia Persuasif dari Para Copywriter Profesional

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa dalam copywriting terdapat seni dan pengetahuan. Dalam bab ini akan membahas lebih dalam tentang teknik yang digunakan oleh para copywriter profesional dalam menuliskan copywriting yang persuasif. Akan diajarkan mengenai pentingnya memanfaatkan fitur, yang harus dituliskan sespesifik mungkin, bagaimana emosi juga dihubungkan untuk pembuatan keputusan – dalam hal ini penjualan, dan bagaimana menggunakan testimoni untuk meningkatkan kredibilitas tulisan copywriting yang dibuat.

Bab Lima: Mengapa Copywriting yang Dituliskan Harus Berkarakter dan Enam Tips Lain yang Telah Terbukti dalam Membantu Menulis yang Lebih Baik

Menjadi seorang copywriter tidak harus selalu menjadi penulis yang terbaik, melainkan harus mampu menulis dengan baik untuk bisa mengkomunikasikan pesan dan tidak kehilangan kredibilitas hanya karena kesalahan penulisan ataupun typo. Bab ini akan mengajarkan segala sesuatu dari mengapa tulisan copywriting harus fokus dan memiliki karakter penulis serta mengapa perlu untuk mengedit semua tulisa copywriting.

Bab Enam: 5 Rahasia Lain untuk Menuliskan Copywriting yang Mampu Meyakinkan Orang untuk Membeli

Di dalam bab ini disusun berdasarkan tips dari bab empat dan diberikan juga teknik untuk menuliskan copywriting yang mampu meyakinkan orang untuk membeli. Akan diajarkan mengapa harus mampu membuat orang yang membaca merasa menjadi bagian, dan bagaimana menyakinkan orang bahwa mereka tengah mendapatkan penawaran eksklusif, dan bagaimana membuktikan akan nilai dari produk, mengapa perlu untuk membuat perusahaan (bisnis yang dijalankan) sebagai otoritas utama, dan bagaimana cara menyediakan alasan-alasan yang meyakinkan konsumen harus memilih produk tersebut dibandingkan dengan produk serupa lainnya.

 Chapter Tujuh: Bagaimana Cara ‘Close Deal’ Melalui Copywriting

Setelah membahas seluk-beluk tentang cara menuliskan copywriting yang efektif, sekarang mari berdiskusi mengenai close deal melalui copywriting. Dalam teori penjualan dikenal sebagai meminta penjualan. Sementara pada copywriting disebut sebagai calls to action, yaitu menciptakan rasa kebutuhan, membuat penawaran yang tak bisa ditolak, dan memberikan garansi.

Chapter Delapan: Copywriting Panjang vs Pendek – Mana yang Lebih Baik?

Salah satu perdebatan panjang dalam dunia copywriting dan marketing adalah mengenai mana yang lebih baik – copywriting yang panjang atau yang pendek. Jawabannya adalah bahwa keduanya memiliki peranan yang berbeda dalam setiap situasi, dan bab ini akan menjelaskan prinsip yang akan menuntut kapan harus menggunakan salah satu dari keduanya.

Chapter Sembilan: Bagaimana Cara Menggabungkan Copywriting dan Desain Demi Hasil yang Optimal

Perdebatan lain yang selalu saja sengit terjadi adalah mengenai mana yang lebih penting – copywriting atau desain. Jawabannya adalah keduanya, namun hanya jika dikombinasikan bersama dan digunakan secara bijaksana. Dalam bab ini akan mengajarkan bagaimana cara menggunakan tulisan copywriting dan desain agar mendapatkan hasil yang paling optimal.

Chapter Sepuluh: Aturan Emas dalam Copywriting – Tes, Tes, dan Tes Lagi

Yang terakhir, demi memperoleh hasil copywriting yang paling persuasif, perlu untuk belajar mengetes, mengetes, dan selalu mengetes. Dengan mengetes akan menunjukkan judul atau tulisan mana yang lebih efektif atau versi mana yang lebih meyakinkan orang untuk membeli. Tanpa pengetesan, hanya bertumpu pada firasat saja, telah berkali-kali terbukti gagal memprediksi bagaimana orang akan bereaksi terhadap versi copywriting yang berbeda. Bacalah bab ini untuk mempelajari tentang mengapa perlu mengetes copywriting yang telah ditulis dan untuk mendapatkan rumus sederhana yang paling sesuai untuk digunakan.