Cara Menulis Opini

Saat ini banyak orang tertarik untuk menuliskan opini karena memang kesempatan dalam media massa elektronik sangat lebar. Opini bisa menjadi media paling mudah untuk menuliskan kritikan dan pandangan pribadi terhadap sebuah kebijakan pemerintah ataupun sebuah kondisi. Sebenarnya gimana sih cara menulis opini yang baik dan benar agar bisa masuk di media?

Opini pada dasarnya tidak hanya menjadi media untuk berekspresi dan menyatakan pendapat seluas-luasnya secara bebas. Dalam kolom opini, biasanya ada sebuah keutamaan menjadi ahli terlebih dahulu atas topic yang akan dibicarakan. Tentu saja hal ini bukan berkaitan dengan pembatasan kebebasan bersuara tetapi berkaitan dengan kelayakan tulisan agar diterima masyarakat.

Perbedaan Opini dan Kolom

Opini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sebuah pendapat, pikiran, ataupun pendirian dari seseorang berkaitan dengan sebuah topic. Pada dasarnya opini memang biasa diartikan sebagai apa yang disebutkan dalam KBBI tersebut. Saat ini opini tidak hanya berisi tentang pendapat saja tetapi harus bisa dipertanggung jawabkan.

Dalam kata lain, opini yang dituliskan harus berdasarkan pada dalil-dalil ilmiah meskipun memang dikemas dalam bahasa yang lebih popular. Ciri utama dari opini adalah perlunya riset sebagai penguat dari pemikiran asli si penulis. Inilah yang menjadikan penulisan opini kemudian bisa dipercaya oleh pembaca karena memang ada penguat dari setiap argumen yang diberikan.

Kolom sebenarnya sama saja dengan apa yang ada dalam opini meskipun memang dalam tata pembahasaan cenderung lebih cair. Dalam penulisan kolom, setiap penulis cenderung memiliki gaya uniknya masing-masing sehingga biasa disebut kolomnis.

Hal yang Diperlukan Sebelum Menulis sebuah Opini

Sebagai seorang penulis, menyajikan tulisan yang benar adalah sebuah keharusan yang tidak boleh dilanggar. Penulisan opini ini ada beberapa poin yang bisa dijadikan tumpuan saat hendak menulis dengan baik dan benar. Ini dia beberapa hal tersebut penting sebelum cara menulis opini:

1. Pengetahuan Terkait Bidang

Opini sebagai salah satu jenis tulisan yang terbilang sangat bebas bukan berarti bisa menuliskan apa saja yang ada di dalam pikiran. Akan lebih baik jika sebuah opini dituliskan langsung oleh orang yang memahami bidang yang dijadikan topic dalam kepenulisannya. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat karena memang seorang ahli memiliki poin lebih jika mengambil topic sesuai.

2. Ide

Cara menulis opini yang penting adalah ketepatan ide. Mencari ide terkait apa saja yang akan dibahas sebenarnya bisa dikatakan mudah karena memang banyak hal yang bisa dituliskan. Dari buku, berita, dan lain-lain ada banyak ide menarik sebenarnya jika dituliskan. Ide ini tidak hanya berkaitan dengan topic bahasan tetapi juga berkenaan dengan bagaimana mengembangkannya.

3. Argumentasi

Ciri khas dari tulisan opini adalah argumentasi asli dari penulis berkaitan dengan ide yang akan dibahas nantinya. Menyampaikan sebuah argumen tentunya akan lebih mudah pada saat bidang yang dibahas sama dengan latar belakang penulis. Seorang ahli yang menuliskan sebuah topic pasti akan menghasilkan tulisan berbeda dari orang awam.

4. Teknik Penulisan

Kemasan dari opini yang tergolong santai tanpa terpaku pada gaya bahasa formal dan kaku menjadi keperluan tersendiri. Opini cenderung lebih mudah dicerna dengan bahasa yang lebih santai dan penggalan lebih pendek. Pastikan untuk tidak menulis dengan kalimat yang bertele-tele karena melelahkan untuk dibaca. Kunci dari penguasaan teknik penulisan adalah terus berlatih dan mau mencoba.

5. Pengetahuan Bahasa

Bagian bahasa yang digunakan berfungsi agar tulisan bisa dicerna dan diterima oleh target pembaca. Opini ini bukan masalah keren dengan berbagai istilah ilmiah yang memusingkan kepala tetapi hanya perlu mudah dimengerti. Bahasa yang digunakan mungkin cenderung berbeda bahkan ada beberapa penulis yang sudah punya ciri khasnya sendiri. Pastikan setiap kalimat efektif.

6. Pengetahuan Soal Media Massa

Media massa saat ini banyak yang sudah menyediakan kolom khusus bagi opini orang yang tidak terikat langsung dengan media tersebut (bukan penulis tetap). Karena setiap media memiliki ciri khasnya sendiri dalam memuat sebuah opini, maka pastikan tulisan sesuai dengan media yang menjadi target. Misalnya dari segi pembawaan, gaya bahasa, ataupun sindiran-sindiran yang digunakan.

Poin Penting dalam Penulisan Opini

Sebelum melangkah jauh ke dalam cara penulisan opini, maka akan lebih baik untuk memahami terlebih dahulu poin penting dalam opini. Ada tiga poin utama yang perlu diperhatikan agar opini yang dihasilkan bisa tampak lebih menarik dan bagus. Meskipun objektif, tetapi tiga poin penting inilah yang menjadi nyawa dari opini itu sendiri.

1. Sudut Pandang Penulis

Saat menulis opini tentu saja akan berkaitan dengan nilai-nilai dasar yang akan dijadikan pedoman dalam menulis. Sudut pandang di sini berfungsi layaknya sebuah pisau yang akan digunakan untuk mengupas buah apel yang menjadi topic. Cara menulis opini dalam hal penentuan sudut pandang biasanya berbeda setiap orang dan itu bukanlah masalah.

Di sini kondisi, keyakinan, keilmuan, pengalaman, serta pergaulan akan menjadi poin penting dalam pengambilan keputusan terhadap sudut pandang. Lebih mudahnya lagi sudut pandang penulis dapat ditunjukkan dari gambar angka 6 yang bisa dilihat sebagai enam dan juga Sembilan bergantung dengan posisi. Nah dari situlah sudut pandang bekerja dalam penulisan sebuah opini.

Contoh nyata yang bisa diambil sebagai bagian utama dari sudut pandang adalah penilaian terhadap Batman sang Superhero di kota Gotham. Beberapa orang mungkin menilai Batman sebagai penyelamat kota tetapi ada juga yang melihatnya sebagai seorang pembunuh yang menghabisi banyak lawannya. Semuanya tergantung pada penilaian pribadi dengan instrumen pendukung.

2. Tulisan Terbatas dan Sempit

Sebagai sebuah tulisan yang berdasar pada pandangan asli si penulis, maka tulisan opini menjadi terbatas pada beberapa topic saja. Opini juga biasa dibungkus dalam tulisan pendek dengan pembahasan yang ringan sehingga bisa dinikmati dalam jeda istirahat kantor atau sela-sela kesibukan.

Skup yang sempit dengan pembahasan yang langsung to the point dengan mengedepankan inti permasalahan saja adalah bagian penting dari penulisan opini. Ini berfungsi agar pembaca tidak merasa kesulitan dalam mencerna maksud dan isi dari tulisan yang disajikan nantinya. Pastikan memahami bagaimana cara menulis opini dengan topik yang terbatas dan pembahasan yang sempit.

Menulis opini harus berada dalam lingkup keilmuan yang sesuai dengan kemampuan karena memang diperlukan untuk menjaga validasi opini yang dibuat. Misalnya jika bergerak di bidang sosial dan politik, maka sesuaikan topic yang diambil sesuai dengan hal tersebut.

3. Argumen yang Kuat

Karena memang berisi pendapat asli dari penulis, argumen yang dituangkan dalam opini haruslah sesuai dengan fakta keadaan tertentu. Argumen ini bisa didapatkan dengan mengambil referensi dari buku ataupun pendapat para ahli yang bisa memperkuat pendapat yang dituliskan.

Teori hukum juga biasanya menjadi poin penting dalam penulisan opini karena memang sering kali dijadikan pembanding kebenaran dari sebuah permasalahan. Inilah yang kemudian menjadikan opini berbeda dengan tulisan kebencian atau hate speech yang makin sering dilontarkan saat ini.

Harus berhati-hati saat mulai menulis argumen terutama karena memang keberadaan instrumen hukum yang sering dianggap disalahgunakan (UU ITE). Pembeda utama dalam bukti pendukung dalam opini ini bisa menjadi bukti kuat berkaitan dengan apa yang dituliskan nantinya. Isi opini tidak boleh mengada-ngada dan harus bersifat faktual meskipun disajikan lebih santai.

Bagian Penting dan Cara Menulis Opini

Menulis opini pada dasarnya tidak sembarangan dan perlu memperhatikan struktur kepenulisan. Adanya struktur ini bisa membuat tulisan opini nantinya terbagi menjadi beberapa poin penting yang bisa membuat tulisan menjadi lebih runtut. Tentu saja hal pertama yang ada pada opini adalah judul, tetapi bagaimana selanjutnya? Ini dia strukturnya:

1. Alinea Pembuka atau Lead

Di setiap tulisan yang dituliskan, bagian yang selalu ada bagian pembukaan yang harus dibuat menarik agar menarik minat pembaca. Pada bagian ini, tulisan diarahkan agar pembaca merasa permasalahan yang akan dimuat memang menarik dan perlu untuk dipahami. Bagian ini akan menjadi kail terhadap pembaca yang tertarik pada judul yang disajikan.

Penulisan lead atau pembukaan ini tidak boleh terlalu panjang dengan kalimat yang mudah dimengerti dan tidak klise. Dalam hal ini poin penting yang perlu dipahami adalah bagaimana penulis bisa menggambarkan permasalahan yang akan dibahas.

2. Isi Tulisan atau Batang Tubuh

Isi dari sebuah tulisan opini yang paling penting sebagai wadah bagi penulis untuk menuangkan idenya adalah pada bagian ini. Di sini ada beberapa poin yang perlu dipenuhi oleh penulis seperti misalnya argument terhadap sebuah permasalahan. Opini memang berisi tulisan dan pandangan subjektif dari penulis tetapi juga perlu memiliki data penunjang yang juga dimuat di bagian ini.

Bagian ini menjelaskan apa saja pandangan penulis terhadap topik pembahasan berkaitan dengan sudut pandang yang diambil. Pastikan ada data-data penunjang yang digunakan dalam setiap argument pada bagian isi ini agar bisa dipertanggung jawabkan.

3. Alinea Penutup

Penutup menjadi akhir dari sebuah tulisan yang sering berisi ringkasan kecil terhadap apa saja yang sudah dibahas sebelumnya. Di penutup dalam tulisan sejenis opini seringkali berisi keutamaan dan inti dari penyampaian pendapat penulis dalam tulisannya.

Lagi-lagi bagian penutup perlu dituliskan secara lugas karena memang berbeda dengan sajian kesimpulan pada karya ilmiah. Seringnya, penutup yang ditulis berisi sindiran terhadap sebuah topic yang dibahas baik dalam majas ataupun satire bergantung pada keinginan penulis.

Menulis bukanlah sebuah kegiatan yang bisa didapatkan hasilnya dengan kualitas yang baik dalam waktu pendek. Penguasaan cara menulis opini bahkan membutuhkan waktu lebih lama dengan kegagalan yang mengikutinya. Jangan jadikan ‘dimuat dalam sebuah media’ menjadi tujuan akhir karena menulis adalah tentang proses. Tidak berhasil terbit bukan berarti karir kepenulisan berakhir.