5 Cara Membuat Startup di Tahun 2020

cara membuat startup

Mungkin anda sering mendengar istilah startup, tapi tahukah anda cara membuat startup? Seperti yang diketahui startup merupakan sebuah bentuk bisnis yang masih dalam proses rintisan yang mana biasanya bergerak dalam bidang teknologi. Beberapa contoh bisnis startup yang mudah dijumpai seperti startup e-commerce, startup fintech, dan startup game.

Namun perlu diketahui startup tidak hanya bergerak dalam dunia teknologi saja melainkan sudah merambah ke bidang yang lainnya. Apalagi didukung dengan perkembangan zaman yang sudah sangat maju seperti sekarang ini, startup sudah mulai merambah ke dunia yang tak pernah kita fikirkan sebelumnya. Lalu bagaimana cara membuat startup? Untuk lebih jelasnya simak berikut ini

Apa Itu Startup?

Startup adalah perusahaan atau proyek yang diprakarsai oleh seorang wirausahawan untuk mencari, mengembangkan, dan memvalidasi model bisnis yang dapat diukur secara efektif.

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan di atas, startup merupakan sebuah bisnis rintisan yang umumnya bergerak dalam dunia teknologi. Perkembangan istilah startup sendiri sebenarnya bukan menjadi hal yang baru namun sudah cukup lama setelah masyarakat mulai mengenal istilah domain dot com. Semenjak itulah startup mulai dikenal dan menjamur yakni sejak akhir tahun 90-an.

Lebih lengkap mengenai dasar-dasar startup silakan baca artikel berikut :

Jika dilihat dari artinya memang startup sendiri hanyalah sebuah ‘bisnis rintisan’. Namun karena muncul bersamaan dengan teknologi yang saat itu sangat booming seperti internet dan juga website, kedua istilah tersebut akhirnya makin dikenal sebagai dua perpaduan yang saling berkaitan.

Cara Membuat Startup Dari Ide Sederhana

Sama halnya dengan bisnis lainnya, bisnis startup juga tidak bisa langsung berdiri secara sempurna karena butuh persiapan yang sangat matang. Matang yang dimaksud di sini tidak hanya terkait dengan bagaimana produk yang dihasilkan dan juga berkaitan dengan layanan apa saja yang ditawarkan ke depannya. Melainkan fokus bagaimana cara menjual produk yang dihasilkan itu sendiri.

Lalu bagaimana cara membuat ide startup dan juga desain produknya. Nah, untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut karena akan dikupas secara lebih detail dan dalam.

  1. Menyusun Ide Kreatif

Hal yang paling dasar untuk dilakukan dalam membangun startup adalah dengan menyusun ide kreatif. Ide yang dimaksud di sini berkaitan dengan bentuk produk dan juga jasa yang akan dibuat dalam sebuah coretan yang masih belum sempurna bentuknya. Cara menyusun ide yang paling mudah dalam hal ini adalah dengan menuliskan premis-premis terkait startup.

Setelah itu, Anda hanya perlu menyusunnya dalam sebuah bisnis plan agar terlihat lebih rapi dan tertata. Meskipun tidak ada sebuah ide yang baru dan benar-benar segar, namun sebaiknya startup yang akan dibuat mampu mengatasi masalah yang sekarang ini dialami oleh masyarakat.

Mengingat teknologi yang berkembang semakin pesat, maka permasalahan baru yang muncul juga semakin kompleks. Di sinilah peran dari startup yang hadir memberikan alternatif baru untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Meskipun produk serupa sudah pernah muncul sebelumnya ditempat lain namun bisa jadi belum bisa memberikan solusi yang maksimal.

  1. Membuat Bisnis Plan Startup

Seperti yang diketahui bisnis plan merupakan jantung dari sebuah usaha yang akan dijalankan, baik bisnis yang bergerak dalam bidang teknologi maupun tidak. Umumnya bentuk dari bisnis plan startup ini hampir sama dengan bisnis plan usaha lainnya.

Hal yang paling berbeda yaitu terkait pengaplikasiannya karena butuh sedikit penyesuaian dengan teknologi yang digunakan misalnya saja pada bagian perencanaan pemasaran. Jika sebelumnya ranah pemasaran dan iklan hanya berkaitan dengan televisi dan radio saja, namun sekarang bertambah dengan hadirnya internet.

Perlu diketahui bahwa ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah bisnis plan yang sederhana dalam startup. Namun yang paling sederhana dan dianggap mudah untuk dipakai adalah dengan menggunakan model bisnis kanvas. Seperti yang kita tahu bisnis model canvas ini sudah lama dikembangkan oleh Alexander Osterwalder.

  1. Membuat Desain Produk yang Baik

Setelah membuat ide dan juga menyusun bisnis plan-nya, maka hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membuat desain produk atau jasa yang ingin diproduksi. Seperti yang sudah sedikit dibahas sebelumnya bahwa salah satu ciri produk yang baik adalah produk yang mampu menyelesaikan masalah yang terjadi. Maka perlu sekali membuat desain produk yang baik.

Ketika mendengar istilah desain produk, mungkin beberapa orang menganggap hal tersebut adalah hal sepele. Namun pada kenyataannya desain tidak hanya berkaitan dengan kemasan luar yang membalut produk tersebut. Apalagi jika produk yang dihasilkan merupakan sebuah produk fisik, maka penting sekali untuk membuat desain produk yang unik dan menarik.

Lalu bagaimana jika Anda menghasilkan produk dalam bentuk non fisik (digital) atau sebuah produk jasa? Hal yang paling dianggap efektif yaitu mencitrakannya dalam bentuk cerita. Perlu diketahui bahwa desain di sini tidak hanya berkaitan dengan tampilan fisik saja tetapi juga bagaimana calon penggunanya mampu mendapatkan gambaran terkait produk tersebut.

  1. Pengembangan Produk yang Dibuat

Cara selanjutnya yang perlu dilakukan ketika membuat startup yaitu bagaimana cara untuk melakukan pengembangan produk yang dibuat. Ketika desain produk sudah dibuat maka sudah saatnya Anda mengembangkan produk yang dihasilkan di pasaran. Pengembangan produk yang dimaksud berkaitan dengan bagaimana produk ini dapat memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat.

Tidak hanya itu saja, tetapi juga bagaimana sebuah produk dapat bertahan ketika hadir produk yang serupa dari pesaing di pasaran. Satu lagi Anda juga perlu memikirkan bagaimana produk yang dihasilkan ini dapat memberikan peluang baru untuk ke depannya. Misalnya saja pada bisnis Gojek yang telah menghadirkan sistem pembayaran sendiri yang bernama Go-Pay.

Seperti yang diketahui jika sebelumnya Gojek hanya melayani pembayaran via cash saja yang mana langsung diberikan pada driver-nya, maka kini Gojek telah menghadirkan sistem pembayaran non-tunai dengan sistem pre-paid balance yang tentu saja sangat memudahkan para penggunanya.

Saat ini sistem tersebut tidak hanya digunakan untuk pembayaran non-tunai saja, melainkan sudah berkembangan menjadi mata uang digital yang bisa digunakan untuk membayar beberapa merchant yang telah menjadi mitra dari Gojek itu sendiri.

  1. Menaksirkan Harga dan Pengenalan Produk

Terakhir, hal yang perlu dilakukan adalah menafsirkan harga dan juga pengenalan produk  kepada masyarakat secara luas. Seperti yang kita tahu bahwa tujuan utama membuat startup adalah menghasilkan profit yang terus berkembang setiap tahunnya. Umumnya sumber pendanaan awal bisnis startup diperoleh dari penggalangan dana pribadi yang terlibat atau bahkan mendapatkan hasil pinjaman.

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan pinjaman melalui investor bisa melakukan beberapa cara misalnya piching kepada para investor yang dianggap potensial. Jangan lupa untuk membawa prototype produk dan juga bisnis plan ketika mengajukan dana ke para calon investor.

Demikian informasi tentang cara membuat startup dengan mudah dan juga cepat. Bagi Anda yang tertarik untuk mengembangkan bisnis startup, pastikan untuk menerapkan beberapa cara yang sudah disebutkan di atas. Semoga informasi di atas bermanfaat Anda untuk mengembangkan bisnis startup yang ingin dirintis dalam waktu dekat ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via