Cara Kerja Reseller

Tahukah anda cara kerja reseller? Bagi Anda yang ingin memiliki usaha tetapi tidak memiliki modal yang banyak maka menjadi reseller menjadi pilihan yang tepat. Kenapa demikian? Karena Anda masih tetap bisa mulai membuka usaha meski tidak memiliki modal besar.

Perlu diketahui jika saat ini reseller merupakan usaha yang paling mudah dan cepat untuk dilakukan meski tanpa modal. Apabila Anda sudah menjadi reseller secara otomatis akan menjadi bagian dari saluran distribusi suatu produk tertentu. Maka dari itu, diharuskan untuk memahami dan menguasai produk yang dijual.

Tidak bisa dipungkiri jika banyak orang tertarik untuk menjadi reseller. Namun, banyak di antaranya yang belum tahu cara kerja reseller. Bagaimana cara kerjanya? Supaya lebih jelas, Kita simak dahulu apa arti reseller di bawah ini.

Apa Itu Reseller?

Menurut kamus Oxford, pengertian reseller adalah sebagai berikut :

Reseller adalah seseorang atau perusahaan yang menjual sesuatu yang telah mereka beli dari orang lain. Click To Tweet

Pada artikel sebelumnya kita sudah panjang lebar membahas mengenai apa itu reseller beserta contohnya. Anda dapat membaca lebih jauh mengenai topik tersebut pada link berikut ini.

Menjadi seorang reseller berarti aktivitas dalam toko tergantung dengan ketersediaan produk dari supplier yang Anda ajak bekerja sama. Dalam bisnis ini Anda menjual kembali produk dari toko lain. Oleh karena itu, penting diperhatikan cara  tepat dalam memilih supplier terbaik supaya bisa mendukung bisnis Anda.

Kesalahan dalam memilih supplier bisa berakibat fatal seperti bisnis hanya jalan ditempat atau bahkan tidak berkembang. Tidak hanya itu saja, dalam menjalankan bisnis Anda juga harus memperhitungkan peluang keuntungan penjualan produk dari supplier.

Ketika menjadi seorang reseller berarti Anda harus membeli produk dari supplier dengan harga tertentu. Setelah itu, akan dijual kembali dengan harga yang telah ditambahkan keuntungan.

Lalu bagaimana jika harga beli produk sudah mahal? Bagaimana cara mendapatkan keuntungan? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini memang sering kali muncul. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui dan memahami cara kerja reseller. Berikut akan dijelaskan tentang cara kerja dari seorang reseller.

Cara Kerja Reseller

Memperhatikan mekanisme bisnis reseller sangat penting, agar anda dapat segera mulai. Berikut ini tahapan lengkap cara kerja reseller.

Menentukan Produk Apa yang Akan Dijual

Pertama menentukan produk apa saja yang akan dijual, karena tidak semua jenis barang cocok untuk reseller. Biasanya reseller akan memilih jenis barang yang banyak digunakan oleh orang secara rutin. Contohnya pakaian, makanan, minuman, aksesoris, dan sebagainya.

Mempersiapkan Modal dan Tempat

Menjadi reseller harus mempersiapkan modal untuk membeli barang dari produsen atau supplier sebelum dijual kembali. Bagi reseller pemula tidak diharuskan mempersiapkan banyak modal karena cukup diawali dengan membeli barang dalam jumlah sedikit. Setelah itu, harus mempersiapkan tempat yang layak sebagai gudang untuk menyimpan stok.

Bekerja Sama dengan Produsen atau Supplier

Rahasia sukses menjadi seorang reseller adalah menemukan produsen atau supplier yang bisa diandalkan dan terpercaya. Menjalin kerjasama dengan produsen atau supplier yang tepat merupakan langkah penting bagi seorang reseller.

Melakukan Pemasaran atau Penjualan

Pemasaran produk atau barang bisa dijual dengan banyak cara, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial. Menggunakan media sosial menjadi cara paling efektif karena bisa menarik banyak pembeli. Selain media sosial juga bisa menggunakan marketplace, website, Google Ads, blog dan sebagainya.

Membangun Hubungan Baik dengan Konsumen

Pemasaran atau penjualan produk dikatakan berhasil apabila reseller bisa membangun hubungan baik dengan para konsumennya. Hubungan baik bisa dilakukan melalui komunikasi via chat, email, telepon dan sebagainya.

Keuntungan Menjadi Reseller

Apabila berhasil menjalankan usaha sebagai seorang reseller, maka Anda akan mendapatkan banyak keuntungan. Apa saja keuntungan yang diperoleh ketika menjadi reseller? Berikut penjelasannya.

Komunikasi Pelanggan yang Erat

Keuntungan pertama menjadi reseller adalah komunikasi pelanggan yang erat. Kenapa demikian? Karena Anda akan menjadi jembatan komunikasi utama dengan pelanggan. Apabila pada tahap ini bisa berjalan erat maka akan sangat menguntungkan dalam bisnis. Misalnya membuat konsumen kembali datang lagi dan lagi untuk membeli barang dari Anda.

Peluang Keuntungan Lebih Besar

Menjadi reseller berarti menjalin kerja sama dengan supplier. Apabila Anda membeli produk atau barang dalam jumlah yang banyak, maka peluang mendapatkan keuntungan akan menjadi lebih besar. Meski menjual dengan harga yang sama Anda masih akan mendapatkan keuntungan. Apa alasannya? Karena Anda mendapatkan harga beli yang lebih rendah dari suplier sehingga keuntungan menjadi lebih besar.

Menghemat Waktu dalam Berbisnis

Keuntungan lainnya menjadi reseller adalah dalam hal penghematan waktu. Menjalankan bisnis ini hanya meminta Anda untuk melakukan komunikasi dan pemasaran. Reseller tidak memerlukan waktu produksi, pembelian barang serta pengemasan dan pengiriman produk.

Pemasukan yang Cepat

Keuntungan reseller berasal dari selisih dari harga beli dan jual. Lebih enaknya lagi, reseller tidak perlu memikirkan tentang biaya untuk membayar pekerja, berapa modal yang harus disisihkan dan sebagainya. Hal ini dikarenakan keuangan reseller memiliki aliran cukup cepat.

Tidak Membutuhkan Modal Besar

Bisnis reseller bisa dijalankan meski dengan minim modal. Tidak mengherankan jika banyak orang yang kemudian tertarik untuk menekuninya. Modal utama menjadi reseller adalah smartphone, koneksi internet dan sedikit modal.

Sangat Mudah Dijalankan

Perlu diketahui jika bisnis reseller sangat mudah untuk dijalankan oleh pemula ataupun bukan. Hal ini dikarenakan saat memulainya tidak memerlukan persiapan yang ribet. Paling penting harus menguasai cara kerja reseller.

Tidak Harus Memiliki Toko Fisik

Menjadi reseller tentu sangat hemat modal karena Anda tidak perlu memiliki toko fisik yang harga sewanya cukup mahal. Anda bisa memanfaatkan rumah untuk menyimpan stok barang. Nantinya barang bisa dipasarkan secara online.

Kerugian Menjadi Reseller

Sering Kehabisan Barang dari Supplier.

Produk atau barang yang dijual oleh reseller memang bukan milik atau buatan sendiri. Kondisi ini memungkinkan Anda untuk kehabisan barang dari supplier. Permasalahan ini bisa saja mengakibatkan Anda tidak bisa berjualan sementara waktu sampai stok barang tersedia kembali.

Supplier Tidak Segera Memberikan Barang

Kerugian menjadi reseller selanjutnya adalah ketika barang yang dijual atau dipasarkan memiliki peminat cukup tinggi tetapi tidak bisa menjualnya. Hal ini dikarenakan supplier tidak segera memberikan barang. Akibatnya Anda harus menunggu sampai supplier mengirimkannya.

Keuntungan Tidak Terlalu Besar

Keuntungan yang diperoleh seorang reseller cukup fluktuatif. Hal ini dipengaruhi oleh harga yang ditetapkan oleh supplier sehingga selisihnya tidak terlalu banyak. Akibatnya harga yang dibuat untuk dijual ke konsumen selisihnya tidak begitu jauh.

Memiliki Banyak Pesaing

Ternyata menekuni bisnis sebagai reseller memiliki banyak pesaing. Supaya Anda bisa bertahan dan mendapatkan banyak konsumen, maka harus mempersiapkan inovasi dan kreativitas. Inovasi dan kreativitas ini sebaiknya digunakan dalam mempromosikan barang supaya konsumen banyak yang tertarik.

Nah itulah cara kerja reseller beserta keuntungan dan kerugiannya. Diharapkan uraian di atas bisa membantu Anda untuk lebih paham mengenai reseller dan bermanfaat untuk Anda.

Leave a Comment

Share via