Apa Itu Bounce Rate? Panduan Bounce Rate

Apa itu bounce rate? Bounce Rate adalah persentase pengunjung yang meninggalkan halaman web tanpa melakukan tindakan sama sekali. Tindakan yang dimaksud dapat berupa klik pada link, mengisi formulir, atau melakukan pembelian.

Secara umum semakin tinggi nilai bounce rate maka semakin buruk kinerja suatu website. Tapi itu bukanlah hal yang mutlak, sangat tergantung dengan kondisi.

Untuk lebih jelasnya, mari kita masuk ke materinya.

Apa Itu Bounce Rate?

Bounce Rate adalah persentase pengunjung yang meninggalkan halaman web tanpa melakukan tindakan sama sekali. Click To Tweet

Tindakan yang dimaksud dapat berupa klik pada link, mengisi formulir, atau melakukan pembelian. Pengertian di atas saya ambil dari Backlinko [1].

Berikut ini videonya.

Cara Mengitung Bounce Rate

Kita andaikan saja pengunjung halaman depan web A ada 100 orang. Kemudian setelah mengunjungi halaman depat 30 orang langsung membukan halaman kontak.

Lalu 20 diantaranya membukan halaman Tentang Kami. Dan sisanya sebanyak 50 orang langsung meninggalkan halaman, tanpa melakukan apapun.

Jadi nilai bounce ratenya adalah jumlah kunjungan yang langsung meninggalkan halaman, tanpa melakukan apapun dibagi dengan total kunjungan.

Bounce rate = 50/100 atau dengan kata lain bounce ratenya adalah 50%

Apakah Bounce Rate TInggi Itu Buruk?

Menurut Google, hal itu tergantung kondisi.

bounce rate tinggi tidak berarti buruk
bounce rate tinggi tidak berarti buruk

Jika kesuksesan bisnis anda meningkat jika pengunjung melihat lebih dari satu halaman maka bounce rate yang tinggi dapat berarti buruk.

Ada beberapa contoh bounce rate tinggi dapat berarti baik. Kita akan membahasnya sebentar lagi.

Apa Arti Bounce Rate Tinggi?

Memiliki bounce rate yang tinggi dapat memiliki banyak arti, berikut ini diantaranya

Kualitas Halaman Rendah.

Karena kualitasnya rendah maka pengunjung tidak betah untuk berlama-lama. Tidak ada hal yang menarik bagi mereka.

Pengunjung Yang Tidak Sesuai

Jika pengunjung tidak sesuai dengan tujuan halaman, maka mereka tidak. Misal artikel berjudul “bagaimana cara memilih universitas yang tepat”.

Isinya bercerita tentang cara memilih Universitas untuk jenjang S2. Tapi sebagian besar pembacanya ingin cari universitas untuk jenjang S1. Tentu saja setelah sadar bahwa itu bukan artikel yang mereka cari, para pengunjung tersebut akan langsung meninggalkan website anda.

Pengunjung Telah Menemukan Informasi Yang Dicari.

Jika artikel anda bercerita mengenai pahlawan Douwes Dekker. Kemudian pengunjung hanya ingin mengetahui nama asli dari pahlawan tersebut. Maka begitu informasi itu didapat, mereka akan langsung pergi.

Contoh Bounce Rate Tinggi Yang Baik

Berikut ini beberapa contoh bounce rate tinggi yang baik.

Halaman Informasi Dinamis

Jika pada website anda memiliki siatu halaman yang menyajikan suatu informasi dinamis, maka kemungkinan besar halaman tersebut akan tinggi bounce ratenya.

Misalnya seperti harga emas terkini, kurs dollar, harga saham, kondisi cuaca dan lain sebagainya.

Pada halaman seperti contoh di atas, pengunjung datang memang tujuannya hanya satu. Yaitu untuk mengetahui informasi terkini yang anda sediakan.

Jadi begitu informasi itu mereka dapatkan, mereka akan langsung meninggalkan halaman tersebut.

Halaman Kontak

Pada halaman kontak, biasa tujuan pengunjungnya adalah untuk melakukan kontak. Jadi begitu informasi kontak itu mereka temukan, maka mereka akan langsung meninggalkan halaman anda dan mulai melakukan kontak.

Berapa Nilai Bounce Rate Yang Ideal?

Jika kita merujuk pada customedialabs [2], maka nilai bounce rate yang ideal itu bergantung dengan industrinya atau jenis kontennya.

  • 20% – 45% untuk e-commerce dan retail
  • 25% – 55% untuk B2B
  • 30% – 55% untuk lead generation
  • 35% – 60% untuk non-ecommerce content
  • 60% – 90% untuk landing pages
  • 65% – 90% untuk kamus, portal, blog, berita dan events

Berikut ini infografis yang saya dapat dari backlinko [1]

bounce rate ideal
bounce rate ideal

Cara Mengurangi Bounce Rate

Ada beberapa hal yang dapat anda optimasi untuk mengurangi bounce rate.

Kecepatan Loading

Semakin lambat suatu websute, maka pengunjung akan merasa tidak nyaman. Untuk itu anda harus mengoptimasi website anda agar memiliki performa yang baik.

Baca mengenai cara meningkatkan performa website pada artikel saya mengenai Core Web Vitals.

Internal Link

Gunakan internal link pada setiap konten yang anda buat untuk memudahkan pengunjung untuk menggali lebih dalam informasi yang mereka cari.

Saya sudah menulis artikel khusus yang membahas mengenai internal link ini.

Desain

Buatlah disain agar pengunjung betah pada website anda dan tidak merasa bosan.

Konten

Buatlah konten terbaik untuk pengunjung hingga mereka ingin terus membaca dan membaca lebih banyak konten yang anda sediakan.

Simpulan

Bounce rate merupakan metrik yang penting utnuk diperhatikan. jadi pastikan anda memahaminya.

Nilai bounce rate ideal berbeda tergantung dengan kontennya. Sehingga tidak ada satu patokat ideal untuk semua konten.

Lakukanlah optimasi bounce rate dengan cara-cara yang telah disebutkan di atas jika memang diperlukan.

Referensi

  1. backlinko.
  2. customedialabs.

Demikianlah artikel mengenai apa itu bounce rate. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment