Berapa Persen Keuntungan Reseller Yang Ideal

Berapa persen keuntungan reseller yang ideal? Bukan rahasia lagi jika menjadi reseller bisa mendatangkan keuntungan yang cukup besar sehingga banyak yang tertarik untuk juga menjadi reseller. Namun, bagi para reseller pemula, ada satu hal yang sering membuat bingung, yaitu cara menentukan harga jual barang.

Menetapkan harga jual memang sangat penting. Jika terlalu rendah, keuntungan yang didapatkan akan kecil. Namun, jika terlalu tinggi, bisa-bisa produk malah tidak laku dan kalah bersaing dengan reseller lain yang menjual dengan harga lebih rendah.

Berapa Persen Keuntungan Reseller Yang Ideal?

Sebetulnya, menentukan harga jual bagi seorang reseller tidak sulit karena Anda tidak perlu menghitung banyak komponen harga, seperti harga bahan baku, biaya karyawan, dan sebagainya. Anda hanya harus tahu harga pokok, yaitu harga saat Anda membeli produk dari supplier. Berdasarkan harga pokok tersebut, Anda bisa menentukan harga jual yang paling pas dengan memahami beberapa hal berikut.

Konsep Mark Up Harga

Anda pasti tahu bahwa rumus keuntungan (profit) adalah harga jual dikurangi harga beli. Jika misalnya harga beli produk dari supplier adalah Rp50.000, Anda harus mematok harga jual ke konsumen yang lebih tinggi. Keuntungan yang Anda dapatkan adalah sesuai rumus berikut.

Harga beli + X = harga jual

Keterangan: X adalah margin keuntungan yang akan Anda dapatkan untuk setiap produk yang berhasil dijual.

Namun, sayangnya masih banyak reseller yang menentukan margin keuntungan tanpa dasar perhitungan yang jelas. Hal ini mengakibatkan harga jual mudah berubah dan pada akhirnya, profit yang didapatkan juga sulit diperkirakan.

Faktor yang Mempengaruhi Mark Up Harga

Besarnya harga yang ditambahkan pada harga beli sebaiknya diperhitungkan dengan dasar yang jelas supaya Anda mudah memperkirakan keuntungan yang akan didapat dalam periode waktu tertentu. Berikut ini beberapa hal yang menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan mark up harga.

  • Target Penjualan

Sebagai reseller, Anda wajib memiliki target penjualan yang jelas. Anda harus menetapkan jumlah produk yang berhasil dijual setiap bulan untuk masing-masing jenis produk. Setelah itu, untuk memudahkan pencapaian target, Anda bisa mem-break down atau merinci target bulanan menjadi target harian. Jika Anda menetapkan target penjualan produk A sebanyak 60 buah, maka dalam sehari, Anda harus bisa menjual 2 buah produk tersebut.

  • Biaya Operasional

Biaya operasional adalah biaya yang harus Anda keluarkan untuk melaksanakan kegiatan jual beli. Contohnya adalah biaya transportasi untuk membeli barang ke tempat supplier, biaya pengiriman barang dari supplier, dan biaya pengemasan barang ketika akan dikirim kepada konsumen.

Biaya operasional yang tetap harus dihitung adalah biaya komunikasi (pulsa dan kuota internet) untuk berkomunikasi dengan supplier dan konsumen serta untuk mempromosikan barang yang akan Anda jual.

Sebagai contoh, Anda harus membayar biaya langganan WiFi sebesar Rp200.000 per bulan untuk aktif di media sosial dan tambahan pulsa sebesar Rp50.000 untuk menelepon supplier atau pelanggan Anda. Jadi, total biaya operasional bulanan Anda adalah berkisar Rp250.000.

  • Target Pengembangan Bisnis

Tidak ada seorang pebisnis pun yang puas jika usahanya hanya berjalan di tempat saja. Meskipun keuntungan yang didapatkan sudah cukup besar, Anda tentu ingin mendapatkan hasil yang lebih besar. Karena itu, Anda perlu memiliki mindset bahwa bisnis Anda harus terus berkembang.

Contoh target pengembangan bisnis misalnya dengan menjadi reseller sehingga Anda memiliki stok barang sendiri. Bagi yang sudah memiliki stok sendiri, lakukan pengembangan dengan memperbanyak stok berdasarkan banykanya permintaan dari pelanggan. Bahkan, bukan tidak mungkin Anda juga bisa meningkatkan level menjadi supplier dan memiliki reseller sendiri.

Rumus untuk Menentukan Harga Jual

Setelah menentukan target penjualan, biaya operasional, dan target pengembangan bisnis, Anda bisa mulai menghitung besarnya harga jual yang paling tepat dengan cara berikut.

  • Penuhi Target Harian

Anda harus bisa memenuhi target harian, yaitu minimal 2 produk terjual setiap hari. Makin banyak, tentu makin baik.

  • Hitung Biaya Operasional

Biaya operasional per bulan adalah sebesar Rp250.000 sehingga biaya operasional rata-rata sehari adalah Rp8.400 (angka dibulatkan ke atas). Dengan target penjualan 2 produk per hari, maka harga yang harus ditambahkan adalah Rp8.400 dibagi 2, yaitu Rp 4.200.

  • Tentukan Margin Keuntungan

Margin keuntungan yang pada umumnya dipakai oleh para penjual retail adalah pada kisaran 20% hingga 30% dari harga beli, bahkan ada juga yang lebih dari 50%. Untuk menentukan berapa margin yang paling sesuai untuk produk Anda, pertimbangkan dua hal berikut.

    • Daya beli target market: jika target market Anda adalah kalangan pekerja kantoran, Anda bisa memasang margin keuntungan yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika target marketnya mahasiswa, Anda harus menurunkan margin keuntungan.
    • Harga jual dari kompetitor: cobalah untuk melakukan riset atau mencari informasi tentang harga jual yang ditawarkan para kompetitor untuk produk yang sama. Jadikan ini sebagai patokan untuk menentukan harga jual, tetapi jangan terlalu mahal dibandingkan dengan kompetitor.

Pada contoh di atas, harga beli produk yang Anda dapat dari supplier adalah Rp50.000. Jika Anda memutuskan untuk menetapkan margin keuntungan sebesar 20%, Anda akan mendapatkan angka 20% x Rp50.000 = Rp. Rp10.000.

Setelah itu, Anda sudah bisa menghitung harga jual produk. Gunakan harga jual (HJ), harga beli (HB), biaya operasional (BO), dan biaya pengembangan (BP) untuk menghitung harga jual dengan rumus berikut:

HJ = HB + BO + BP

Dengan menggunakan contoh di atas, hasil perhitungan untuk harga jual produk tersebut adalah:

HJ = Rp50.000 + Rp4.200 + Rp10.000 = Rp64.200

Harga tersebut merupakan harga minimal sehingga Anda dijamin tidak akan mengalami kerugian. Akan tetapi, jika merasa margin keuntungan masih mungkin untuk dinaikkan sampai batas yang bisa diterima konsumen, Anda boleh saja memasang harga sedikit lebih tinggi.

Selain hal-hal di atas, pertimbangkan juga hukum supply and demand. Anda bisa sedikit menaikkan harga jika stok produk tersebut terbatas, sementara permintaan tetap tinggi. Begitu juga sebaliknya. Jangan lupa untuk memperhatikan image toko online Anda saat akan memutuskan besaran harga jual produk.

Demikianlah penjelasan singkat untuk menjawab pertanyaan, berapa persen keuntungan reseller yang ideal? Semoga bermanfaat. Jangan lupa jika ada pertanyaan, silakan cantumkan pada kolom komentar.

8 thoughts on “Berapa Persen Keuntungan Reseller Yang Ideal”

  1. Terimakasih untuk ilmu nya, sungguh sangat bermanfaat bagi saya sebagai pemula. Sukses selalu buat kita semua. Aamiin

    Reply
  2. Terimaksih atas Penjelasannya mas.

    Saya mau tanya mas.
    Bagaimana kalo kompetitor saya menjual produk yg sama dibawah dr margin 20 persen. ?? Apakah saya harus ikut??

    Reply
  3. Pak, aku tingglnya d kwsan timur indonsia, mw jualn online brangnya krim dri pulau jawa, cra hitung sma ongkirnya gmna tu pak. Mhon pncrahannya..😊🙏

    Reply

Leave a Comment