Apa Itu Saluran Pemasaran

Mempelajari tentang ekonomi tentu tidak akan pernah lepas dari elemen terpenting di dalamnya yakni pemasaran. Pemasaran menjadi bagian sentral dimana pemasaran sendiri berfungsi sebagai penyalur barang jadi dari produsen ke konsumen. Dalam mempelajari pemasaran, akan selalu ada satu bagian yaitu tentang saluran pemasaran.

Dalam pembahasan kali ini, akan dibahas secara tuntas banyak hal penting mengenai alur pemasaran. Saluran ini akan sangat diperlukan untuk dipelajari ketika membangun sebuah bisnis dan ingin berkembang. Satu hal yang perlu diingat adalah keberadaan jalur pemasaran ini penting untuk membentuk pasar sendiri.

Definisi Saluran Pemasaran

Produsen pada dasarnya tidak banyak yang melakukan pemasaran sendiri dan seringkali hanya membuat produk saja tanpa menjual pada konsumen langsung. Banyak hal yang menjadi pertimbangan mulai dari wilayah yang jauh, manajemen yang sulit, serta biaya yang tidak murah. Pemasaran lah yang menjadi penghubung keduanya.

Secara bahasa, aliran pemasaran sendiri diartikan sebagai kumpulan organisasi atau badan yang saling tergantung. Tujuan utama dari organisasi ini adalah menjadikan barang atau jasa yang diproduksi oleh produsen bisa dinikmati konsumen. Ada berbagi fungsi lain dari saluran pemasaran yakni sebagai promosi, distribusi, dan penentu harga.

Strategi yang Diterapkan

Salah satu ekonom dunia, Kottler dalam bukunya mengatakan bahwa ada dua strategi utama dalam mengatur aliran pemasaran sendiri. Strategi tersebut paling sering digunakan dalam hal menciptakan alur dan gerak pemasaran yang baru. Dua strategi tersebut adalah strategi tarik (pull strategy) dan strategi dorong (push strategy).

Dalam pengaplikasiannya, dua strategi tersebut akan diputuskan berdasarkan pada kemampuan perusahaan dan ketepatannya. Pada dasarnya, hal yang membedakan diantara kedua strategi tersebut adalah pada cakupan wilayah dan kepercayaan konsumen pada perusahaan perantara. Berikut adalah pembahasan mendetail dua strategi itu.

1. Strategi Dorong (Push Strategy)

Strategi yang pertama ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang tergolong baru dan belum punya cakupan wilayah yang luas. Inti dari strategi ini yaitu membujuk perusahan perantara supaya mau bekerja sama dan memasarkan produknya. Keuntungan yang ditawarkan biasanya berupa fasilitas tertentu seperti pemotongan harga.

Perusahaan yang menggunakan strategi ini cenderung belum memiliki massa yang percaya dan mau menggunakan produknya. Loyalitas dari pengguna pun masih tergolong sangat rendah dan ada kecenderungan memilih produk lain. Strategi ini digunakan agar produsen bisa memasarkan produknya lewat perusahaan pemasaran terpercaya.

2. Strategy Tarik (Pull Strategy)

Strategi kedua ini biasanya sudah memiliki ketertarikan tersendiri dari konsumen dan permintaan produknya cenderung besar. Dengan strategi tipe ini, produsen akan berusaha memiliki citra yang bagus pada konsumen baik melalui iklan ataupun event tertentu. Permintaan yang tinggi akan menarik agen untuk mau menjual produk itu.

Ketika agen yang meminta untuk menjadi distributor resmi meningkat, produsen akan memiliki keunggulan yakni bebas memilih alur pemasaran yang diinginkan. Agen dengan cakupan wilayah lebih luas akan menjadi pilihan utama sehingga produk bisa menyebar. Strategi ini bertujuan agar perusahaan pemasar mau mengajukan dirinya.

Tiga Contoh Saluran yang Biasa Ditemui

Seperti yang dikatakan di awal tadi, alur pemasaran pada dasarnya menjadi perantara dari produsen hingga ke konsumen. Tetapi dalam penerapannya sendiri ada beberapa jenis alur dan skema pemasaran dengan aplikasi yang beragam. Ada tiga contoh saluran pemasaran yang paling sering digunakan yang akan dibahas, yaitu:

1. Langsung Konsumen

Saluran pemasaran yang pertama ini adalah yang bisa dikatakan paling simple dari pada saluran tipe yang lain. Pergerakan barang yang terjadi hanya berlangsung dari produsen dan langsung ke konsumen tanpa ada perubahan pada barang. Di dalamnya, bisa ada beberapa elemen yang berperan seperti pedagang grosir atau pedagang besar.

2. Kepada Industri

Sebenarnya saluran tipe ini bisa dikatakan serupa dengan pemasaran konsumen tetapi targetnya  yang berubah. Jika sebelumnya target pemasaran adalah konsumen secara langsung, maka di industri ini targetnya produsen juga. Dalam kata lain, pemasaran ini dilakukan oleh perusahaan bahan baku yang masih perlu diolah hingga jadi.

3. Sektor Jasa

Saluran pemasaran tidak hanya menyalurkan hasil produksi berupa barang saja tetapi juga berlaku pada produk jasa. Dalam hal ini biasanya cakupan pasar tidak terlalu luas dalam setiap kelompoknya karena pergerakan jasa yang lebih terbatas. Pemasaran akan difokuskan pada ide atau pelayanan yang bisa diakses oleh kelompok tertentu.

Strategi Distribusi

Selain dua strategi alur pemasaran dorong dan tarik yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada pula beberapa hal yang bisa menjadi opsi dalam memasarkan produk. Misalnya dengan membatasi produksi sehingga tercipta label “limited edition”, membiarkan produk terdapat pada agen yang terbatas, ataupun berusaha menaikkan penjualan.

Nah, itulah beberapa hal dalam saluran pemasaran yang penting untuk diketahui agar tidak menemui rugi dan perusahaan bisa terus berkembang. Memahami bagaimana produk akan dipasarkan dan dibungkus dengan “branding” tertentu menjadi sangat penting. Sekarang kualitas saja tidak akan membuat perusahaan bisa bertahan.