Apa Itu Retargeting? Cara Kerja dan Strategi

Apa itu retargeting? Pengertian retargeting adalah praktek penayangan iklan berdasarkan aktifitas yang telah dilakukan oleh target market sebelumnya.

Berikut ini videonya :

apa itu retargeting?

Mungkin anda jarang mendengar istilah retargeting dalam dunia bisnis. Tapi praktek penayangan iklan seperti ini sudah banyak digunakan oleh berbagai perusahaan.

Kenapa banyak yang menggunakannya? Karena retargeting terbukti jauh lebih efektif dibandingkan jenis penayangan iklan yang biasa.

Sampai disini mungkin anda masih bingung mengenai pengertian retargeting. Mari kita bahas secara lebih mendalam agar anda lebih mudah memahaminya.

Apa Itu Retargeting?

Retargeting adalah praktek penayangan iklan berdasarkan aktifitas yang telah dilakukan oleh target market sebelumnya. Click To Tweet

Dalam implementasinya, anda akan mengumpulkan data target market. Kemudian menayangkan iklan secara spesifik hanya kepada target market yang telah anda miliki datanya.

Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat contohnya.

Contoh Retargeting

Di sore hari yang cerah anda ingin membeli suatu produk. Kemudian anda mulai mencari-cari produk yang sesuai pada marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee dan lain sebagai.

Tapi karena kesibukan, aktifitas pencarian produk anda pun terhenti. Anda harus menyelesaikan beberapa pekerjaan terlebih dahulu.

Esok hari nya, ketika sedang bersantai, anda membuka-buka Instagram. Kemudian muncul iklan yang produknya sama persis dengan produk yang anda lihat pada marketplace kemarin.

Anda pikir, “oh mungkin kebetulan“.

Kemudian anda kembali membuka aplikasi social media. Ketika anda sedang asyik membaca status teman-teman di Facebook, tiba-tiba iklan yang sama kembali muncul.

Anda pikir, “kayaknya kebetulan“.

Anda melanjutkan aktifitas anda dengan mencoba mencari sesuatu di Google. Tapi anda semakin terkejut karena iklan sama muncul kembali di Google

Anda pikir, “apaan sih kok muncul terus“.

Setelah melakukan pencarian di Google. Anda mengklik salah satu website berita yaitu Detik.com. Kemudian anda langsung membaca artikel yang anda temukan.

Tapi setelah scroll beberapa kali, anda kembali dikejutkan dengan munculnya iklan yang sama. Anda pun akhirnya menyerah, dan kemudian mengklik iklan tersebut.

Itulah contoh retargeting.

Setelah tahu contohnya, kita sekarang akan membahas bagaimana cara kerjanya

Cara Kerja Retargeting.

Cara kerja retargeting yang umum dilakukan ada beberapa jenis yaitu sebagai berikut.

Retargeting adalah teknologi berbasis cookie yang menggunakan kode Javascript sederhana untuk secara anonim ‘mengikuti’ audiens Anda di seluruh Web.

Jika menggunakan website maka Anda harus menempatkan kode singkat pada website Anda. Kode ini terkadang disebut sebagai piksel.

Kode, atau piksel inilah yang bertugas mengumpulkan data. Data ini yang nantinya anda gunakan untuk menargetkan ulang.

Data ini dapat berupa siapa saja yang mengunjungi website anda. Anda bahkan dapat mengumpulkan data yang spesifik.

Misalnya orang yang sudah mengunjungi halaman produk, tapi belum mengunjungi halaman checkout.

Bagi anda yang belum memiliki website, anda dapat menggunakan halaman social media seperti halaman Facebook.

Datanya dapat berupa orang yang mengunjungi halaman. Orang yang berinteraksi dengan halaman. Orang yang sudah memberikan like pada halaman dan lain sebagainya.

Selain ini anda juga dapat menggunakan data yang sudah anda miliki. Misalnya database pelanggan anda yang selama ini anda kumpulkan.

Melalui data tersebut, penyedia layanan iklan dapat menemukan target market yang serupa dengan data yang telah anda inputkan.

Inilah alasannya kenapa website itu menjadi next level marketing.

Kenapa Retargeting Itu Lebih Efektif

Retargeting lebih efektif karena anda menargetkan orang yang telah mengenal brand anda.

Jika anda beriklan dengan cara biasa tanpa retargeting maka kemungkinan besar iklan anda akan muncul pada seseorang yang tidak mengenal sama sekali brand anda.

Efeknya tentu dapat anda duga. Jika anda memberikan penawaran pada orang yang tidak anda kenal sama sekali, maka kemungkinan besar hasilnya adalah penolakan.

Dilain pihak, jika anda berikan penawaran pada orang yang telah mengenal braand anda, maka kemungkinan besar mereka akan mempertimbangkan penawaran anda.

Apalagi jika mereka sebelumnya mendapatkan manfaat dari brand anda. Bisa jadi orang tersebut malah ikut mempromosikan penawaran anda kepada orang lain.

Simpulan

Iklan mengunakan retargeting memiliki peluang lebih baik dalam mendatangkan konversi. Karena itu anda harus mencobanya.

Demikianlah artikel mengenai apa itu retargeting, semoga bermanfaat.

Leave a Comment