Apa Itu AIDA Marketing? Memahami Model AIDA

aida marketing

Konsep AIDA marketing perlu dipahami oleh setiap marketer produk atau brand karena dapat meningkatkan perkembangan bisnis dan penjualan produk.

Apa Itu AIDA Marketing?

AIDA adalah singkatan dari empat point utama yaitu Attention atau perhatian, Interest atau minat, Desire atau keinginan, dan Action atau aksi.

Jika merujuk pada wikipedia, pada AIDA marketing dapat kita pahami sebagai berikut.

AIDA marketing adalah langkah-langkah atau tahapan yang terjadi dari saat konsumen pertama kali menyadari atau tertarik dengan suatu produk atau merek hingga konsumen mencoba produk tersebut atau membuat keputusan pembelian.

Keempat tahap ini dilihat dari sisi pembeli atau konsumen. Dengan memahami konsumen, marketer bisa melihat dari sudut pandang konsumen dan mulai membuat strategi penjualan yang jitu.

Memahami Konsep AIDA Marketing

Konsep marketing model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) ini sudah cukup lama digunakan dalam advertising. Perkembangannya sudah ada sejak abad ke 19 dan cukup banyak diterapkan. Konsep marketing AIDA memberikan suatu pemahaman penting dilihat dari sudut pandang konsumen terhadap apa yang sebenarnya merek inginkan. Di bawah ini penjelasan lengkapnya, antara lain:

  1. Attention atau Awareness (Mencari Perhatian Konsumen)

Tahap ini bertujuan untuk merangkul konsumen agar mengenal suatu produk atau brand perusahaan tertentu. Gunakan strategi yang cocok untuk membuat konsumen sadar dan mengetahui keberadaan suatu produk yang akan dijual dan dipasarkan.

Untuk mencapai itu, hal-hal yang bisa dilakukan seperti membuat iklan lucu atau menarik agar konsumen penasaran dan datang untuk melihat. Iklan video yang unik atau menghibur biasanya akan lebih diminati daripada iklan yang terlalu serius. Gunakan pula tambahan headline atau tulisan untuk menghipnotis konsumen agar selalu ingat dengan tulisan (brand, jargon) suatu produk atau brand.

  1. Interest (Membuat Konsumen Tertarik)

Tahap interest adalah saat konsumen mulai penasaran dengan apa bisa dilakukan atau apa manfaat dari sebuah produk atau brand yang dikenal. Pada tahap ini, marketer harus bisa menonjolkan sisi keunggulan produk sehingga membuat konsumen menyukai dan tertarik dengan produk tersebut.

Selain itu, terdapat pesan positif juga yang dapat diambil yaitu memberikan kepuasan bagi pelanggan atau konsumen yang menggunakan produk. Dengan begitu, konsumen akan mulai mengerti keunggulan produk dibandingkan dengan brand dari perusahaan yang lain. 

  1. Desire (Membuat Konsumen Membeli)

Pada tahap ini konsumen atau pelanggan akan memiliki niat atau keinginan membeli suatu produk atau brand. Hal ini dapat dicapai dengan setelah marketer berhasil meyakinkan konsumen bahwa produk yang dilihat dan dicobanya benar-benar berguna untuk kebutuhan konsumen.

Penting sekali bagi marketer untuk memahami dan menyadari tahap ini, karena setelah itu yang perlu dilakukan adalah closing dan membuat konsumen akhirnya membeli produk tersebut.

  1. Action (Konsumen Membeli Produk)

Nah, inilah tahap di mana konsumen sudah yakin akan suatu produk atau brand dan mulai membeli untuk pertama kalinya. Namun, tahap action ini bukanlah tahap akhir, tetapi sebagai tahap awal pengenalan produk terhadap konsumen dan untuk selanjutnya akan melakukan pembelian kembali atau tidak.

Oleh karena itu, suatu produk haruslah benar-benar berfungsi dengan baik sehingga konsumen puas setelah membeli produk tersebut. Kemudian akan membelinya di waktu yang akan datang, lebih baik lagi jika konsumen mengajak komunitasnya untuk menggunakan produk tersebut.

Siapa Penemu AIDA Marketing?

Dalam kebanyakan referensionline akan ditemukan bahwan penemu AIDA adalah seorang pelopor periklanan dan penjualan asal Amerika bernama E. St. Elmo Lewis.

aida marketing elias stelmo lewis
aida marketing elias stelmo lewis

Namun Ric Dragon dalam blognya berpendapat bahwa penemu sebenarnya dari AIDA marketing adalah Frank Hutchinson Dukesmith. Menurut Ric Dragon, Frank Hutchinson Dukesmith telah muncul dengan konsep tersebut 20 tahun lebih awal dari pada E. St. Elmo Lewis.

Itulah penjelasan empat point dalam konsep AIDA Marketing yang perlu dipahami oleh sebagian besar pelaku bisnis di dunia ini. Kesimpulannya adalah marketer harus bisa memahami kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga bisa menciptakan strategi yang tepat dalam memperlancar penjualan produk kepada konsumen.

Varian AIDA Marketing

Untuk memperbaiki beberapa kekurangan dari model AIDA marketing, diusulkanlah beberapa modifikasi atau memperluas terhadap model AIDA marketing dasar. Beberapa di antaranya termasuk tahap pasca pembelian, sementara varian lain menampilkan adaptasi yang dirancang untuk mengakomodasi peran media baru, digital dan interaktif, termasuk media sosial dan komunitas merek.

  1. Lavidge et al’s Hierarchy of Effects : Awareness → Knowledge → Liking → Preference → Conviction → Purchase
  2. McGuire’s model : Presentation → Attention → Comprehension → Yielding → Retention → Behavior.
  3. Modified AIDA Model : Awareness → Interest → Conviction → Desire → Action (purchase or consumption)
  4. AIDAS Model : Attention → Interest → Desire → Action → Satisfaction
  5. AISDALSLove model : Awareness → Interest → Search → Desire → Action → Like/dislike → Share → Love/Hate

Yuk Gabung Projasaweb

Mari bergabung bersama ribuan marketer lainnya, berbagi info terbaru seputar marketing dan bisnis terkini

Thank you for subscribing.

Something went wrong.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yuk Gabung Projasaweb

Mari bergabung bersama ribuan marketer lainnya, berbagi info terbaru seputar marketing dan bisnis terkini

Thank you for subscribing.

Something went wrong.

Yuk Gabung Projasaweb

Mari bergabung bersama ribuan marketer lainnya, berbagi info terbaru seputar marketing dan bisnis terkini

Thank you for subscribing.

Something went wrong.

Yuk Gabung Projasaweb

Mari bergabung bersama ribuan marketer lainnya, berbagi info terbaru seputar marketing dan bisnis terkini

Thank you for subscribing.

Something went wrong.