Apa Itu AIDA Marketing? Memahami Model AIDA 2020

Tahukah anda apa itu AIDA Marketing? AIDA itu adalah kepandekan dari Attention, Interest, Desire dan Action. Konsep AIDA marketing perlu dipahami oleh setiap marketer produk atau brand karena dapat meningkatkan perkembangan bisnis dan penjualan produk.

video AIDA marketing

Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas mengenai berbagai model marketing seperti Marketing Mix, McKinsey 7S Framework. nah pada kersempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh mengenai AIDA Marketing.

Apa Itu AIDA Marketing?

AIDA adalah singkatan dari empat point utama yaitu Attention atau perhatian, Interest atau minat, Desire atau keinginan, dan Action atau aksi.

Jika merujuk pada wikipedia, pada AIDA marketing dapat kita pahami sebagai berikut.

AIDA marketing adalah langkah-langkah atau tahapan yang terjadi dari saat konsumen pertama kali menyadari atau tertarik dengan suatu produk atau merek hingga konsumen mencoba produk tersebut atau membuat keputusan pembelian. Click To Tweet

Keempat tahap ini dilihat dari sisi pembeli atau konsumen. Dengan memahami konsumen, marketer bisa melihat dari sudut pandang konsumen dan mulai membuat strategi penjualan yang jitu.

Konsep AIDA Marketing

Konsep marketing model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) ini sudah cukup lama digunakan dalam advertising. Perkembangannya sudah ada sejak abad ke 19 dan cukup banyak diterapkan. Konsep marketing AIDA memberikan suatu pemahaman penting dilihat dari sudut pandang konsumen terhadap apa yang sebenarnya merek inginkan. Di bawah ini penjelasan lengkapnya, antara lain:

Attention (Mencari Perhatian Konsumen)

Aspek yang pertama dan terpenting adalah Attention. Jadi apa itu Attention? Attention adalah kemampuan Anda untuk segera menggaet penonton atau pembaca konten anda.

Tahap ini bertujuan untuk merangkul konsumen agar mengenal suatu produk atau brand perusahaan tertentu. Gunakan strategi yang cocok untuk membuat konsumen sadar dan mengetahui keberadaan suatu produk yang akan dijual dan dipasarkan.

Saat ini sebagian besar orang memiliki rentang waktu perhatian yang sangat pendek.

Sehingga Anda benar – benar perlu untuk mendapatkan perhatian mereka dalam tiga hingga enam detik pertama. Anda harus mengelola pesan yang anda sampaikan hingga mampu melakukan hal tersebut.

Kata kunci untuk Attention adalah manfaat yang di tawarkan. Peranan copywriting amat penting pada tahapan ini.

Gunakan headline atau tulisan untuk menghipnotis konsumen agar selalu ingat dengan tulisan (brand, jargon) suatu produk atau brand.

Interest (Membuat Konsumen Tertarik)

Tahap interest adalah saat konsumen mulai penasaran dengan apa bisa dilakukan atau apa manfaat dari sebuah produk atau brand yang dikenal.

Pada tahap ini, marketer harus bisa menonjolkan sisi keunggulan produk sehingga membuat konsumen menyukai dan tertarik dengan produk tersebut.

Tapi INGAT, ini tentang konsumen anda, bukan tentang anda ataupun produk anda.

Produk atau layanan anda harus benar-benar menyelesaikan masalah bagi orang yang menggunakannya.

Anda membantu mereka memecahkan masalah yang mereka miliki. Karena itulah produk tersebut menjadi menarik bagi mereka.

Bukan karena Anda, Bukan karena perusahaan anda dan bukan karena produk anda. Ini tentang menyelesaikan masalah mereka.

Produk akan menjadi menarik bagi pengguna karena produk tersebut bicara tentang mereka. Tentang membantu memecahkan masalah mereka.

Anda boleh bicara fitur, tapi bicaralah lebih banyak tentang manfaat bagi konsumen yang didapat dari fitur tersebut.

Dengan begitu, konsumen akan mulai mengerti keunggulan produk dibandingkan dengan brand dari perusahaan yang lain. 

Desire (Membuat Konsumen Membeli)

Desire adalah bagian yang paling sulit. Anda harus memahami keinginan mereka. Apa yang membuat mereka ingin membeli produk atau layanan Anda.

Keinginan membeli bukanlah terkait intelektual, melainkan lebih kepada emosional.

Bahkan dapat dikatakan itu sepenuhnya hal emosional. Kebanyakan orang menginginkan sesuatu bukan karena mereka membutuhkannya, tapi dorongan emosional.

Salah satu trik yang bisa Anda gunakan adalah dengan menunjukkan emosi dan kepribadian dalam pesan yang anda sampaikan Anda.

Dengan melakukan hal tersebut, dapat membuat penerima pesan merasa nyaman. Selain itu, juga akan membuat Anda lebih dipercaya.

Setelah rasa nyaman dan percaya muncul. Maka sikap kritis, curiga dan kehati-hatian perlahan akan hilang dan berganti dengan rasa senang dan nyaman.

Mereka akan membiarkan diri mereka larut dalam emosi yang anda ciptakan.

Sebaliknya ketika anda tidak menunjukan emosi. Maka orang yang menerima pesan atau konten anda cenderung menggunakan otak kiri.

Mereka berfikir logis, mereka akan melakukan penilaian. Sikap kritis, curiga dan kehati-hatian akan muncul. Mereka mengevaluasi setiap kata yang anda ucapkan.

Jika hal ini terjadi, maka akan sulit bagi mereka untuk menerima apapun yang anda tawarkan.

Jadi yang Anda harus adalah mengubah pesan atau konten yang semula masuk ke otak kiri atau otak logis, menjadi masuk ke otak kanan yaitu sisi emosional mereka.

Kata kuncinya adalah dengan menampilkan emosi dan kepribadian.

Anda dapat mencontoh berbagai Iklan, baik itu di Youtube, Facebook maupun TV. Iklan yang berasal dari brand ternama kebanyakan telah menggunakan konsep ini.

Mereka mencoba memunculkan berbagai jenis emosi seperti konyol, trendi, seru, keren, lucu, elegan, prestisius dan lain sebagainya.

Cara kedua adalah branding. Ini merupakan permainan jangka panjang. Dengan membangun merek berarti anda sedang membangun nilai inti yang Anda jual dan ini akan langsung dikenali oleh konsumen.n

Contohnya seperti Apple, Xiaomi, Vivo. Masing-masing memiliki nilai inti mereka sendiri

Action (Konsumen Membeli Produk)

Nah, inilah tahap di mana konsumen sudah yakin akan suatu produk atau brand dan mulai membeli untuk pertama kalinya. Namun, tahap action ini bukanlah tahap akhir, tetapi sebagai tahap awal pengenalan produk terhadap konsumen dan untuk selanjutnya akan melakukan pembelian kembali atau tidak.

Oleh karena itu, suatu produk haruslah benar-benar berfungsi dengan baik sehingga konsumen puas setelah membeli produk tersebut. Kemudian akan membelinya di waktu yang akan datang, lebih baik lagi jika konsumen mengajak komunitasnya untuk menggunakan produk tersebut.

Itulah penjelasan empat point dalam konsep AIDA Marketing yang perlu dipahami oleh sebagian besar pelaku bisnis di dunia ini. Kesimpulannya adalah marketer harus bisa memahami kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga bisa menciptakan strategi yang tepat dalam memperlancar penjualan produk kepada konsumen.

Siapa Penemu AIDA Marketing?

Dalam kebanyakan referensionline akan ditemukan bahwan penemu AIDA adalah seorang pelopor periklanan dan penjualan asal Amerika bernama E. St. Elmo Lewis.

aida marketing elias stelmo lewis
aida marketing elias stelmo lewis

Namun Ric Dragon dalam blognya berpendapat bahwa penemu sebenarnya dari AIDA marketing adalah Frank Hutchinson Dukesmith. Menurut Ric Dragon, Frank Hutchinson Dukesmith telah muncul dengan konsep tersebut 20 tahun lebih awal dari pada E. St. Elmo Lewis.

Varian AIDA Marketing

Untuk memperbaiki beberapa kekurangan dari model AIDA marketing, diusulkanlah beberapa modifikasi atau memperluas terhadap model AIDA marketing dasar. Beberapa di antaranya termasuk tahap pasca pembelian, sementara varian lain menampilkan adaptasi yang dirancang untuk mengakomodasi peran media baru, digital dan interaktif, termasuk media sosial dan komunitas merek.

  1. Lavidge et al’s Hierarchy of Effects : Awareness → Knowledge → Liking → Preference → Conviction → Purchase
  2. McGuire’s model : Presentation → Attention → Comprehension → Yielding → Retention → Behavior.
  3. Modified AIDA Model : Awareness → Interest → Conviction → Desire → Action (purchase or consumption)
  4. AIDAS Model : Attention → Interest → Desire → Action → Satisfaction
  5. AISDALSLove model : Awareness → Interest → Search → Desire → Action → Like/dislike → Share → Love/Hate

Kelemahan AIDA Marketing

Kekurangan utama dari model AIDA jika dibandingkan dengan Marketing Funnel dan model hierarkis lainnya adalah tidak adanya efek pasca-pembelian. Yang dimaksud efek pasca-pembelian adalah seperti kepuasan pelanggan, pembelian berulang, memberikan rekomendasi kepada orang lain atau berpartisipasi dalam pemberian testimonial.

Selain itu model linier juga dinilai memiliki ketergantungan pada urutan hierarkis. Dalam studi empiris, model yang seoerti ini terbukti sebagai model yang buruk untuk memprediksi perilaku konsumen. 

Nah, sampai di sini dulu pembahasan kita mengenai apa itu AIDA Marketing, semoga bermanfaat.

Leave a Comment