Agen Pemasaran

Istilah agen memang menjadi salah satu istilah kata yang paling sering digunakan untuk mengungkapkan seseorang yang sedang mengerjakan sesuatu kegiatan atas dasar pekerjaan. Banyak sekali contoh kata dalam Bahasa sehari-hari yang menggunakan istilah kata agen. Salah satunya adalah agen pemasaran, yang merupakan pekerjaan dengan fungsi memasarkan suatu produk jasa atau barang tertentu. Sebenarnya apa itu agen dan bagaimana sistem kerja dari “agen”, mari kita simak beberapa ulasan berikut ini.

Pengertian Agen Menurut Bahasa dan Istilah

Walaupun dalam kehidupan sehari-hari istilah agen seringkali terdengar, namun masih banyak yang belum mengetahui makna sebenarnya dari istilah kata agen tersebut. Secara istilah, agen sendiri merupakan suatu jasa penyalur dari sebuah perusahaan tertentu ataupun sejenisnya yang memiliki fungsi untuk melakukan penjualan barang maupun jasa dari sebuah perusahaan tersebut.

Selain makna tersebut, ternyata ada makna lain yang mengartikan agen sebagai sebuah lembaga perdagangan dengan fungsi penyediaan barang serta jasa berkaitan dengan prosedur pendistribusian sebuah barang tertentu.

Secara umum, fungsi dari agen adalah sebagai perantara sebuah perusahaan tertentu dengan konsumen dalam melakukan transaksi. Beberapa contoh agen yang umum diketahui adalah misalnya agen penjualan serta agen pemasaran.

Makna yang terkandung dalam kata agen memang sangatlah luas. Namun jika diperhatikan dengan seksama secara keseluruhan semuanya menjurus dalam satu pengertian umum, dimana agen harus menjadi jembatan yang bisa membuat seorang konsumen benar-benar tertarik dengan produk sebuah perusahaan tersebut.

Ciri-Ciri Agen yang Wajib Diketahui

Ada beberapa ciri yang wajib dipahami untuk mengetahui agen. Seorang agen dalam memasarkan produknya tentu saja dengan ketetapan harga yang telah ditentukan oleh sang produsennya. Selain itu seorang agen umumnya hanya memasarkan produk dari satu perusahaan yang telah menjadi produsen induknya.

Dengan acuan tersebut maka dapat disimpulkan beberapa ciri-ciri seorang agen yang bisa diketahui dengan pasti. Umumnya seorang agen hanya akan menjual beberapa barang yang jumlahnya tidak lebih banyak dari barang distributornya. Seorang agen hanya akan memasarkan barangnya dalam cakupan wilayah yang telah ditentukan, sehingga bisa disimpulkan bahwa cakupan wilayah pemasarannya tidaklah luas.

Agen pada umumnya akan membeli barang dalam jumlah banyak yang kemudian akan Kembali dijual kepada seorang reseller produk tersebut. Sistem pembelian yang dilakukan biasanya dengan menggunakan sistem komisi, artinya dapat dilakukan dengan langkah putus kemudian beli.

Secara umum, seorang agen nantinya tidak akan melakukan transaksi penjualan secara langsung kepada konsumen melainkan dengan melalui resellernya sendiri. Seorang agen hanya boleh menjual atau memasarkan barang dari satu perusahaan saja, itu artinya tidak boleh memasarkan produk dari beberapa produsen sekaligus.

Ciri utama yang dapat dilihat adalah bahwa menjadi agen tidak perlu terbentuk sebagai badan usaha tertentu ataupun harus memiliki izin badan usaha tertentu. Dengan begitu menjadi agen adalah sangat mudah untuk dilakukan tanpa khawatir harus mengalami kerumitan tersendiri.

Penggolongan Agen Berdasarkan Prakteknya

Secara keseluruhan, menjadi agen memang harus dengan keuletan serta kemampuan khusus dalam menunjang keberhasilan usaha pemasaran. Umumnya agen digolongkan menjadi dua kategori utama yaitu agen penunjang serta agen pelengkap.

Yang pertama adalah agen penunjang. Untuk agen yang satu ini, tugas utamanya adalah sebagai agen yang memiliki tugas khusus sebagai pemindah serta pengelolaan suatu barang maupun jasa. Secara keseluruhan agen penunjang ini akan melaksanakan tugasnya mengelola serta memindahkan kelolaan barang maupun jasa hingga sedemikian rupa untuk dapat dilaksanakan proses jual beli oleh konsumen.

Kedua adalah agen pelengkap. Sebagai agen dengan fungsi untuk melaksanakan jasa tambahan dalam suatu proses pemasaran, agen ini bertujuan untuk menyempurnakan atau melengkapi segala kekurangan yang ada dalam suatu proses pemasaran hingga terjadi proses jual dan beli oleh konsumen.

Beberapa jasa yang dilakukan oleh agen pelengkap itu sendiri adalah berwenang sebagai pengelola jasa pemilihan barang, informasi serta jasa khusus dimana proses pemasaran akan terlaksana dengan baik dan benar.

Kelebihan Serta Kekurangan Menjadi Agen Suatu Perusahaan

Tentu saja dalam segala urusan bisnis dan semacamnya akan ada yang namanya kelebihan serta kekurangan. Hal itu memang lumrah dalam dunia bisnis, untuk harus diketahui beberapa kelebihan serta kekurangan ketika menjadi agen bagi perusahaan tertentu.

1. Keuntungan Jika Menjadi Agen

Dalam proses menjadi agen, akan ada kelebihan yang didapatkan selama bisnis berjalan. Jika menjadi agen, keuntungan yang akan didapatkan memang akan jauh lebih besar. Tentu saja profit tersebut bisa menjadi suatu keunggulan yang dapat terlaksana dengan baik jika langkahnya telah sesuai.

Yang kedua adalah jika menjadi agen, maka tidak perlu memiliki produk sendiri atau pun menciptakan merk dagang sendiri. Karena pada dasarnya ketikan menjadi agen, maka tugas khususnya adalah sebagai pemasaran produk suatu perusahaan tertentu.

2. Kekurangan Menjadi Agen

Berbicara soal kekurangan, tentu saja menjadi agen juga memiliki kekurangan juga. Pada banyak kasus yang ditemui, menjadi agen tentu saja harus membutuhkan modal yang lumayan besar. Dengan begitu hal ini akan menyulitkan beberapa orang dengan kemampuan ekonomi yang kurang begitu besar.

Menjadi agen juga harus memiliki tempat penyimpanan yang cukup besar. Hal ini memang menjadi beban jika tidak memiliki tempat yang tidak memadai. Yang terakhir, menjadi agen juga memiliki resiko kerugian jika barang yang disimpan mengalami kerusakan. Hal itu merupakan tanggung jawab agen sepenuhnya.

Itulah beberapa hal yang harus diketahui mengenai agen, baik itu agen pemasaran, agen penjualan, dan lain lainnya tentu saja memiliki banyak pengertian tersendiri. Selain berbicara mengenai keuntungan dan kerugian tentu saja menjadi agen memang membutuhkan kecakapan dalam bidang bisnis.